Studium Generale ITB, BYD Haka Soroti EV untuk Ketahanan Energi RI
kendaraan listrik berada pada titik pertemuan tiga agenda besar Indonesia yakni kemandirian energi, pertumbuhan ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan
TRIBUN-TIMUR.COM - CEO BYD Haka Auto Indonesia, Hariyadi Kaimuddin, menegaskan kendaraan listrik memiliki peran strategis dalam mendorong kemandirian energi nasional, pertumbuhan ekonomi, serta pengurangan emisi karbon.
Hal tersebut disampaikan dalam Studium Generale di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Jumat (24/4).
Kegiatan yang digelar di Kampus Ganesha tersebut dihadiri lebih dari 1.000 mahasiswa secara luring dan daring yang antusias menyimak pemaparan terkait masa depan elektrifikasi di Indonesia.
Dalam pemaparannya, Hariyadi Kaimuddin menjelaskan kendaraan listrik berada pada titik pertemuan tiga agenda besar Indonesia yakni kemandirian energi, pertumbuhan ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan.
“EV bukan hanya solusi transportasi, tetapi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat ketahanan energi dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Hariyadi Kaimuddin.
Ia menyoroti sektor transportasi masih menjadi salah satu penyumbang terbesar konsumsi bahan bakar fosil di Indonesia yang berpotensi meningkatkan ketergantungan impor jika tidak segera bertransformasi.
Menurutnya, kendaraan listrik membuka peluang pemanfaatan energi domestik secara lebih optimal melalui sistem kelistrikan nasional yang ke depan akan semakin didominasi energi terbarukan.
Hariyadi menjelaskan bahwa sumber energi seperti tenaga air, panas bumi, dan surya dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menekan impor bahan bakar minyak.
“Jika kita beralih ke listrik berbasis energi domestik, ketahanan energi Indonesia akan jauh lebih kuat,” jelasnya.
Selain sektor energi, ia menilai pengembangan kendaraan listrik juga berdampak signifikan terhadap perekonomian nasional melalui kontribusi industri otomotif terhadap PDB, ekspor, dan penyerapan tenaga kerja.
Hariyadi menegaskan keberhasilan adopsi kendaraan listrik tidak hanya ditentukan oleh produk, tetapi juga kesiapan ekosistem secara menyeluruh termasuk infrastruktur pengisian daya, rantai pasok baterai, layanan purna jual, dan tenaga teknis.
Ia menyebut percepatan ekosistem tersebut membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, pelaku industri, dan institusi pendidikan agar mampu bersaing secara global.
Dalam kesempatan itu, Hariyadi juga mengajak mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi turut berperan aktif dalam menciptakan inovasi di sektor energi dan kendaraan listrik.
“Kita tidak bisa hanya menunggu perubahan, tetapi harus menjadi bagian dari perubahan itu sendiri,” tegasnya.
Ia menambahkan pengembangan industri EV membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang kompeten khususnya di bidang teknologi, energi terbarukan, dan inovasi industri.
| BYD Haka Karebosi Gelar Colorful Surprises, Tawarkan Test Drive dan Promo Kendaraan Listrik |
|
|---|
| Bengkel BYD Haka Karebosi Makassar Tetap Beroperasi saat Libur Lebaran |
|
|---|
| 10 Tahun Setia Pakai simPATI, Warga Makassar Jumriah Menang BYD Dolphin |
|
|---|
| Dari Macet Kota Hingga Jalan Pedesaan, BYD ATTO 1 Buktikan Siap untuk Harian |
|
|---|
| Sulawesi Jadi Pusat Strategis Pertumbuhan Kendaraan Listrik di Indonesia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260427_DWN_BYD_HAKA.jpg)