Hemat Listrik hingga 50 Persen, Benarkah AC Inverter Mudah Rusak?
AC inverter dikenal hemat listrik hingga 50 persen. Namun, banyak yang mengira teknologi ini lebih mudah rusak. Benarkah demikian?
Ringkasan Berita:
- Penggunaan AC inverter terus meningkat karena lebih hemat energi hingga 50 persen. Namun, muncul anggapan bahwa AC inverter lebih mudah rusak dibanding non-inverter.
- Faktanya, hal tersebut merupakan mitos. Ketahanan AC inverter sangat dipengaruhi instalasi dan perawatan. Jika dipasang sesuai standar dan dirawat rutin, AC inverter justru lebih awet dan efisien.
TRIBUN-TIMUR.COM - AC inverter dikenal lebih hemat listrik dibandingkan AC biasa.
Namun, banyak masyarakat masih ragu karena dianggap lebih mudah rusak. Benarkah demikian?
Dengan durasi pemakaian rata-rata hingga delapan jam per hari, AC menjadi salah satu penyumbang konsumsi listrik terbesar di rumah tangga.
Produsen menghadirkan solusi melalui teknologi AC inverter.
Dalam berbagai pengujian, AC inverter yang mengatur kerja kompresor terbukti mampu menghemat energi hingga 50 persen dibandingkan AC standar.
Namun, di tengah meningkatnya penggunaan, muncul anggapan di masyarakat bahwa AC inverter lebih mudah rusak dibandingkan AC non-inverter.
Padahal, anggapan tersebut tidak berkaitan dengan teknologi inverter itu sendiri.
Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan agar AC inverter lebih tahan lama:
1. Instalasi Menjadi Faktor Utama
Berbeda dengan perangkat elektronik lain, AC tidak bisa langsung digunakan setelah terhubung ke listrik.
AC terdiri dari unit indoor dan outdoor yang memerlukan pemasangan sesuai standar.
Pada AC inverter, sistem elektronik lebih kompleks.
Karena itu, instalasi harus dilakukan dengan benar, terutama pada sistem grounding dan kelistrikan.
Selain itu, pemasangan pipa juga harus diperhatikan.
Pipa berfungsi mengalirkan refrigeran dari kompresor ke unit indoor.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-24-MARET-AC.jpg)