Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

3 Anak Muda Indonesia di Balik Fitur AI Bahasa Indonesia dan Kulkas Ungkep Samsung

Inovasi Samsung lahir dari kebiasaan sehari-hari. Tiga anak muda Indonesia di balik AI Bahasa Indonesia dan fitur kulkas ungkep.

|
DOK SAMSUNG
ANAK MUDA INDONESIA - Siti Muslimah (kiri), Mutiara Ramadhani (tengah), dan Alishia Gozal (kanan), tiga anak muda Indonesia di balik inovasi Samsung, mulai dari Galaxy AI Bahasa Indonesia hingga fitur kulkas 'ungkep'. 

Pertama, Peneliti Samsung R&D Institute Indonesia (SRIN), Siti Muslimah, bertanggung jawab dalam pengembangan Galaxy AI Bahasa Indonesia

Fitur ini memungkinkan perangkat Samsung memahami dan merespons perintah dalam bahasa Indonesia.

Ima dan timnya melakukan observasi langsung ke berbagai daerah untuk memetakan ragam logat, istilah lokal, serta konteks percakapan masyarakat sehari-hari.

“Sering kali inovasi yang signifikan datang dari kebiasaan sederhana, bukan teknologi yang rumit,” kata Ima sapaan akrab Siti Muslimah di web resmi Samsung dikutip tribun Kamis (28/8/2025). 

Tantangan mereka bukan hanya soal teknis, tetapi juga bagaimana membuat AI ini terasa alami dan relevan dengan konteks lokal.

Setelah peluncuran perdana, pengembangan masih terus dilakukan.

Tim SRIN menyusun berbagai test case berbasis situasi nyata agar sistem dapat terus diperbarui dan menyesuaikan dengan dinamika bahasa Indonesia yang terus berkembang.

Galaxy Wrap

Alishia Gozal dari tim Mobile eXperience Product Marketing ikut terlibat dalam inisiatif desain aksesori ponsel bertema Nusantara x Hangul.

Salah satunya Galaxy Wrap cover untuk seri Galaxy Z Fold, Z Flip, dan S24.

Ia menyebut, kolaborasi desain ini lahir dari perilaku konsumen muda Indonesia yang menyukai budaya Korea.

Namun tetap bangga dengan identitas lokal.

Dari sana, hadir ide untuk menggabungkan elemen visual budaya Indonesia dan Korea dalam desain ponsel.

Alishia juga ikut dalam pengembangan strategi pemasaran Galaxy AI versi Bahasa Indonesia bersama tim produk dan riset.

“Kami memperkenalkan fiturnya secara langsung ke toko dan platform komunikasi, agar bisa benar-benar digunakan, bukan sekadar ada,” ujar wanita asal Jakarta ini.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved