Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

WFA Tak Hambat Layanan, Dinas Pertanian Takalar Tetap Layani Pengurusan Barcode BBM Subsidi

Hal itu terlihat dari aktivitas pelayanan di Dinas Pertanian Kabupaten Takalar yang tetap berjalan normal meski dengan sistem kerja fleksibel.

Penulis: Abdul Qayyum | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Makmur
WFA TAKALAR - Iksan Muctar menerima berkas pengurusan barcode BBM bersubsidi dari petani Karmila di Kantor Dinas Pertanian Takalar, Rabu (22/4/2026). 

TRIBUN-TIMUR.COM, TAKALAR - Kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Takalar dipastikan tidak menghambat pelayanan publik di sektor pertanian.

Hal itu terlihat dari aktivitas pelayanan di Dinas Pertanian Kabupaten Takalar yang tetap berjalan normal meski dengan sistem kerja fleksibel.

Pelayanan tersebut terpantau di Gedung Prasarana dan Sarana Pertanian, Kantor Dinas Pertanian, Jalan Fitrah, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Rabu (22/4/2026).

Sejumlah masyarakat masih datang untuk mengurus berbagai kebutuhan administrasi, termasuk pengajuan barcode BBM bersubsidi.

Proses pelayanan tetap dilakukan oleh petugas yang berjaga di kantor, meskipun sebagian aparatur menjalankan tugas secara WFA.

Kepala Dinas Pertanian Takalar Parawangsa melalui staf admin pembuatan barcode BPH Migas dari aplikasi Silvia X-Star, Iksan Muctar, memastikan pelayanan tetap dibuka seperti biasa.

Ia terlihat didampingi dua staf lainnya yang turut membantu proses administrasi masyarakat.

Menurut Iksan, sistem pelayanan memang mengalami sedikit penyesuaian, namun tidak sampai menghentikan layanan.

“Pelayanan tetap kami buka. Hanya saja, ada perbedaan dengan hari kerja biasa,” ujarnya saat ditemui di kantor.

Ia menjelaskan, untuk pengurusan administrasi seperti barcode BBM bersubsidi, berkas masyarakat tetap diterima pada hari itu.

Namun, proses penyelesaian dokumen dilakukan pada hari berikutnya.

“Berkas tetap kami terima hari ini, namun penyelesaiannya dilakukan keesokan harinya,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk komitmen pelayanan publik agar tetap berjalan optimal.

Menurutnya, pelayanan kepada masyarakat, khususnya petani, tidak boleh terhenti meskipun ada kebijakan kerja fleksibel.

Diketahui, Pemerintah Kabupaten Takalar memberlakukan kebijakan WFA setiap hari Rabu dan Jumat.

Kebijakan ini merupakan bagian dari penyesuaian sistem kerja aparatur sipil negara di daerah.

Meski demikian, instansi pelayanan publik tetap diminta untuk menjaga kualitas layanan kepada masyarakat.

Hal tersebut juga diterapkan oleh Dinas Pertanian Takalar yang tetap membuka pelayanan di kantor.

Salah satu warga yang datang mengurus administrasi adalah Karmila, seorang petani asal Bontorita, Kelurahan Mannongkoki, Kecamatan Polongbangkeng Utara.

Karmila datang untuk mengurus barcode BBM bersubsidi untuk kebutuhan operasional traktor roda empat miliknya.

Ia mengaku tetap dilayani dengan baik oleh petugas yang berjaga di kantor.

Setelah menyerahkan berkas, ia mendapatkan penjelasan terkait proses penyelesaian administrasi tersebut.

Karmila diarahkan untuk kembali ke kantor pada keesokan harinya untuk mengambil hasil pengurusan.

“Iya, tadi berkas saya sudah diterima, disuruh kembali besok setelah selesai,” singkatnya.

Pelayanan yang tetap berjalan ini menjadi bukti bahwa kebijakan WFA tidak mengurangi kualitas layanan publik.

Dinas Pertanian Takalar menegaskan akan terus mengutamakan kebutuhan masyarakat, khususnya petani.

Dengan demikian, aktivitas pertanian yang sangat bergantung pada fasilitas seperti BBM bersubsidi tetap dapat berjalan lancar.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved