Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sulthan Zaky Pamit Setelah Empat Tahun Perkuat PSM Makassar

Sulthan Zaky mengumumkan tak menjadi bagian PSM Makassar lagi melalui Instagram pribadinya

Tayang:
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Waode Nurmin
Instagram Sulthan Zaky @sulthanzky
PEMAIN PAMIT – Sulthan Zaky ketika berseragam PSM Makassar di Liga 1 2024/2025 di Stadion BJ Habibie, Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel). Sulthan Zaky meninggalkan PSM Makassar setelah empat tahun. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Pemain muda Sulthan Zaky Pramana Putra Razak pamit dari PSM Makassar.

Bek berusia 20 tahun ini dipastikan tak berseragam kapal pinisi di dada di Super League 2026/2027.

Ia menjadi pemain pertama meninggalkan PSM Makassar

Sulthan Zaky mengumumkan tak menjadi bagian PSM Makassar lagi melalui Instagram pribadinya @sulthanzky, Jumat (29/5/2026).

Sulthan Zaky mengunggah foto jersey nomor punggung 14 yang dikenakan di PSM Makassar serta aksinya ketika membela Juku Eja.

Ia juga memposting foto ketika menjalani masa peminjaman dengan klub Kamboja Moi Kompong Dewa FC.

Dalam keterangan foto tersebut, Sulthan Zaky menulis empat musim terakhir menjadi perjalanan yang tidak akan pernah dilupakan.

Begitu banyak cerita yang dilewati. Dia datang dengan mimpi, bertahan di tengah tekanan, jatuh lalu bangkit lagi, sampai akhirnya berada di titik untuk melihat semuanya dengan rasa syukur.

Di perjalanan ini, ia belajar bahwa sepak bola bukan hanya tentang apa yang terlihat di lapangan.

Namun, ada proses panjang, pengorbanan, rasa lelah, kecewa, dan perjuangan yang diam-diam membentuknya menjadi pribadi yang lebih kuat.

“Terima kasih untuk tempat yang pernah saya sebut rumah. Untuk semua orang yang pernah percaya, mendukung, membantu, dan berjalan bersama saya selama empat musim ini,” demikian ditulis Sulthan Zaky dikutip Tribun-Timur.com.

Pemain kelahiran Makassar ini melanjutkan, setiap ruang ganti, setiap perjalanan tandang, setiap latihan, setiap kemenangan maupun kekalahan akan selalu punya tempat tersendiri di hatinya.

Mungkin musim depan cerita dijalaninya akan berbeda. Ia mungkin tidak lagi berdiri dengan warna yang sama.

Tapi semua pelajaran dan kenangan dari empat musim terakhir ini akan selalu dibawa ke mana pun langkahnya pergi.

“Saya pergi bukan dengan penyesalan, tapi dengan rasa bangga karena pernah menjadi bagian dari perjalanan ini. Terima kasih untuk semuanya. Sampai bertemu lagi, di waktu dan cerita yang berbeda. EWAKO,” tutupnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved