Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Headline Tribun Timur

PSM Makassar Under Pressure!

Tim Juku Eja dituntut menunjukkan permainan siri na pacce. Siri na pacce merupakan filosofi Bugis-Makassar.

Tayang:
Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/Tribun Timur
HEADLINE TRIBUN - Headline Tribun Timur, Jumat (20/2/2026). PSM Makassar harus melakukan pressure saat melawan Persija Jakarta. 
Ringkasan Berita:
  • PSM Makassar berada dalam tekanan jelang menghadapi Persija Jakarta pada pekan 22 BRI Super League 2025/2026 di Jakarta International Stadium. 
  • Komunitas suporter menuntut Juku Eja mengembalikan semangat siri na pacce—filosofi Bugis-Makassar yang bermakna harga diri dan solidaritas—setelah performa tim dinilai inkonsisten dan kehilangan karakter, terutama usai kalah 0-2 dari Dewa United.

TRIBUN-TIMUR.COM - PSM Makassar berada dalam tekanan saat menantang Persija Jakarta pada pekan 22 BRI Super League 2025/2026.

Tim Juku Eja dituntut menunjukkan permainan siri na pacce. Siri na pacce merupakan filosofi Bugis-Makassar.

Siri berarti harga diri, sedangkan pacce bermakna solidaritas dan empati tinggi. Bagi PSM Makassar, nilai itu semangat pantang mundur, kerja keras, dan menjaga kehormatan.

“Tunjukkan semangat juang tinggi. Kembalikan jiwa siri na pacce yang beberapa laga terakhir hampir tidak terlihat,” ujar Anggota Komunitas VIP Utara (KVU), Sulyadi Abbas, meminta pemain PSM tampil lepas, Kamis (19/2/2026).

Tuntutan tersebut muncul karena performa PSM Makassar musim ini masih inkonsisten.

Terakhir, PSM Makassar dipermalukan Dewa United dua gol tanpa balas di Stadion BJ Habibie, Parepare, Sabtu (14/2/2026).

Bukan hanya kalah. Karakter bermain PSM juga dinilai memudar. Tak terlihat semangat bertarung. Mereka justru memberi keleluasaan lawan menguasai bola.

Hal serupa tak boleh terulang saat menghadapi Persija. Meski berstatus tamu, PSM Makassar harus berani melawan di Jakarta International Stadium, Jumat (20/2/2026) pukul 21.30 Wita.

Baca juga: PSM Makassar Tak Gentar Rekor Laga Kandang Persija Jakarta, Tomas Trucha: Masa Lalu!

Tiga poin sangat penting. Saat ini PSM Makassar berada di posisi 13 dengan 23 poin. Sebaliknya, Persija bertengger di peringkat tiga dengan 44 poin dan sedang bersaing dalam perburuan gelar.

Macan Kemayoran bersaing dengan Persib Bandung, Borneo Samarinda FC, dan Malut United.

Sulyadi menegaskan, PSM Makassar tak boleh lagi membuang poin.

Setiap laga harus dimaksimalkan demi menjauh dari zona degradasi, termasuk saat melawan Persija.

Memang, empat tahun terakhir PSM belum punya rekor apik di kandang Persija. Dua kali kalah dan dua kali imbang.

Namun Adi tetap optimistis. “Dalam sepak bola tidak ada yang tidak mungkin. InsyaAllah ada poin yang bisa dibawa pulang,” katanya.

Secara terpisah, legenda PSM, Zain Batola, juga menyoroti permainan tim belakangan ini. Ia menilai PSM kehilangan daya tarik. Tidak ada permainan keras, cepat, dan minim pacce.

Justru yang terlihat permainan lambat dan monoton. Menurutnya, ciri khas itu harus dikembalikan saat menghadapi Persija.

“Saya harap lawan Persija, kembalikan ciri khas PSM Makassar,” katanya.

Zain menambahkan, tugas berat ada di pundak jajaran pelatih.

Tomas Trucha dan stafnya harus memompa motivasi pemain agar tampil maksimal.

Apalagi, PSM kerap tampil lebih baik saat menghadapi tim besar.

“Semoga bisa memenangkan laga. PSM itu kalau lawannya bagus, bisa lebih bagus. Semoga ada perlawanan,” kata pemain yang membawa PSM juara Liga Indonesia 1999/2000 tersebut.

Benteng Rapuh

PSM Makassar harus mengurangi pelanggaran di sekitar garis 16 saat menantang Persija Jakarta.

Dua laga terakhir, gawang Juku Eja kebobolan dari skema tendangan bebas.

Gol pertama terjadi saat melawan PSBS Biak. Bek PSM, Syahrul Lasinari, melanggar Ruyery Blanco di sisi kanan, tak jauh dari kotak penalti.

Skema bola mati dijalankan rapi. Pablo Andrade memberi umpan kepada Ruyery Blanco. Pagar betis PSM terbuka. Ruyery melepaskan tembakan keras kaki kanan.

Bola sempat mengenai pemain PSM sebelum meluncur ke pojok kiri gawang. Kiper Reza Arya Pratama tak mampu menjangkaunya.

Gol itu memperkecil kedudukan menjadi 1-2 di Stadion Maguwoharjo, Minggu (8/2/2026).

Masalah serupa terulang saat PSM menjamu Dewa United. Laga ini digelar di Stadion BJ Habibie, Sabtu (14/2/2026).

Tendangan bebas berawal dari pelanggaran Savio Roberto terhadap Taise Marukawa di sisi kiri kotak penalti Vico mengeksekusi bola ke pojok kiri gawang, melewati pagar betis.

Reza Arya sudah berusaha menghalau, tetapi bola tak terjangkau.

Gol itu membuka keunggulan Dewa United 1-0. Skor kemudian digandakan Alex Martins pada menit 90+4.

PSM pun harus menelan kekalahan. Kesalahan serupa tak boleh terulang saat menghadapi Persija.

Apalagi, Macan Kemayoran memiliki eksekutor bola mati berkualitas seperti Gustavo Almeida, Maxwell, dan Jordi Amat.

Big match ini akan digelar di Jakarta International Stadium, Jumat (20/2/2026) pukul 20.30 Wita.

Venue tersebut mengalami perubahan. Sebelumnya, laga dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Pengamat sepak bola, Toni Ho, meminta PSM segera berbenah. “Pemain perlu dikoreksi karena kemasukan dari bola mati.

Jangan membuat pelanggaran di depan garis penalti,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).

Pelatih berlisensi AFC Pro itu juga menyarankan adanya intrik saat menghadapi tendangan bebas.

Menurutnya, pagar betis bisa maju sedikit ketika wasit lengah.

Jarak yang lebih dekat akan menyulitkan penendang dalam mengarahkan bola.

“Sedikit harus punya intrik. Ketika wasit lengah, bisa maju sedikit,” katanya.

Ia juga menekankan pembagian peran di pagar betis. Ada pemain yang berdiri dan melompat untuk menghalau bola atas.

Ada pula pemain yang berbaring di belakang pagar untuk mengantisipasi tembakan mendatar.

“Perannya harus jelas. Sedikit kesalahan bisa berujung gol,” tegas mantan pelatih PSM dan Persipura Jayapura itu.

Suporter PSM, Wahyu, berharap kesalahan berulang tidak kembali terjadi. Menurutnya, PSM sudah beberapa kali kebobolan dari pola yang sama.

Mulai dari transisi negatif, set piece tendangan sudut beruntun, hingga tendangan bebas.

“Sudah berulang kali kemasukan dari hal yang sama. Semoga tidak terulang lagi,” ujarnya.

Ia berharap Yuran Fernandes dan kawan-kawan mampu menumbangkan Persija di kandangnya. Meski diakui, itu bukan tugas mudah.

Dalam empat tahun terakhir, PSM belum pernah menang saat Persija berstatus tuan rumah.

“Semoga bisa runtuhkan dominasi Persija di Jakarta. Bawa pulang tiga poin,” katanya.

Setia Mendukung

GUE PSM hanya bisa memberi dukungan dari balik layar saat PSM Makassar menghadapi Persija Jakarta.

GUE PSM merupakan komunitas suporter Juku Eja yang berbasis di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Kelompok yang diketuai Rio Verieza itu memilih tak hadir langsung di stadion. Mereka mematuhi larangan suporter tim tamu untuk datang ke markas lawan.

“GUE PSM tidak hadir di stadion. Kami masih mengikuti larangan suporter tim tamu untuk hadir ke stadion tim lawan,” ujar Humas GUE PSM, Munzalan Herul, Rabu (18/2/2026).

Meski begitu, dukungan tak surut. Mereka tetap mendoakan Yuran Fernandes dan kawan-kawan meraih hasil terbaik.

Dukungan disalurkan lewat nonton bareng (nobar) di basecamp mereka. GUE PSM menggelar nobar di Kedai Riolo, Jl Kramat Kwitang I No 39, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.

Lokasinya sekitar 9,6 kilometer dari JIS.

“Kami mengadakan nobar, buka puasa bersama sekaligus merayakan Anniversary ke-8 tahun GUE PSM,” katanya.

Munzalan berharap PSM tak lagi menelan kekalahan saat menghadapi Persija. Ia meminta Pasukan Tomas Trucha bermain dengan hati dan kembali ke jalur kemenangan.

Menurutnya, PSM harus menampilkan karakter sepak bola Makassar yang cepat, keras, dan punya daya juang tinggi.

Ia juga menyoroti pola long ball dari lini belakang ke depan yang dinilai kurang efektif.

“PSM harus kembali bermain dengan ciri khasnya. Kami sebagai suporter pasti selalu mendukung dan jangan sampai degradasi,” tegasnya.

Sementara itu, Pelatih PSM, Tomas Trucha, tetap percaya diri. Ia menilai laga melawan tim kuat justru menjadi sumber motivasi bagi anak asuhnya.

“Kita bisa kembali lebih baik lagi. Ketika dapat lawan kuat akan menjadi sumber motivasi pemain di laga mendatang,” ujarnya.

 

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved