Tribun Sulsel
Ruas Jalan Aroepala Dihiasi Debu, Warga: Semoga Cepat Rampung dan Tidak Macet
Aktivitas pengerjaan jalan di Jalan Aroepala menimbulkan debu tebal yang mengganggu pengguna jalan, Sabtu (11/4/2026).
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Muh Hasim Arfah
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Aktivitas pengerjaan jalan di Jalan Aroepala menimbulkan debu tebal, Sabtu (11/4/2026).
Debu ini mengganggu pengguna jalan.
Perbaikan jalan ini masuk dalam anggaran preservasi jalan provinsi paket 1 Sulawesi Selatan (2025-2027) senilai Rp430,7 miliar.
Proyek tahun jamak (Multi Years Contract - MYC) ini mencakup penanganan 13 ruas jalan sepanjang 300,24 km yang tersebar di wilayah selatan, termasuk Makassar, Gowa, dan Sinjai.
Pengerjaan ruas Jl Hertasning-Aroepala ini sudah tahapan proyek memasuki fase pengerukan aspal jalan, pembongkaran paving block, dan perataan kontur badan jalan sepanjang 1,8 km.
Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi menerapkan skema Run On - Run Off (buka tutup jalan) untuk mengurai macet parah, otoritas preservasi dan infrastruktur jalan Provinsi Sulsel,
Sementara untuk jaga kualitas udara dan kenyamanan warga dan pengguna jalan, konsultan proyek jalan 1,8 km ini terkadang menyiram badan dan bahu jalan.
Dari pantauan di lokasi, kondisi ruas jalan tampak hampi dipenuhi debu dari setiap kendaraan yang melaju.
Baca juga: Pengerjaan Ruas Jalan Provinsi Hertasning - Jl Aroepala Timbulkan Debu
Permukaan jalan yang masih berupa tanah dan kerikil menyebabkan debu beterbangan saat kendaraan melintas, terutama roda dua dan kendaraan berat.
Terlihat sebuah bus Trans Sulsel melaju perlahan di tengah kepulan debu.
Sementara itu, pengendara motor tampak berhati-hati dan mengenakan penutup wajah guna mengurangi dampak debu yang cukup pekat.
Selain itu, aktivitas lalu lintas di kawasan tersebut tetap berjalan meski kondisi jalan kurang nyaman.
Beberapa kendaraan bahkan harus mengurangi kecepatan untuk menghindari jalan yang tidak rata.
Di sisi jalan, kendaraan proyek terlihat terparkir berjejer.
Salah satu pengguna jalan, Munandar, mengatakan jalur Hertasning-Aroepala dilewati tiap harinya.
"Iye, lewat sini setiap hari kalau pergi kerja," katanya.
Banyaknya debu di wilayah tersebut, kata dia, membuatnya harus lebih berhati-hati.
"Banyak sekali (debu), pas dikerja ini jalan," katanya.
Meski begitu, ia tak mempermasalahkan hal tersebut karena ruas jalan yang rusak itu akhirya di kerjakan.
"Ya semoga cepat rampung saja ini jalan biar ndak macet lagi," jelasnya.
Kepala Seksi Preservasi Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), ZN Ahmad Wildani menjelaskan panjang ruas Jl Aroepala 1,8 km.
Ruas Jl Aroepala membentang mulai dari eks Kantor Dinas Pendidikan Kota Makassar.
Kemudian memanjang hingga tugu badik perbatasan Kota Makassar - Kabupaten Gowa.
Kondisi ruas jalan begitu memprihatinkan.
Utamanya di sekitar Rumah Sakit Primaya.
Kemudian di depan Aroepala Food Court.
Jalan berlubang sempat ditambal sementara dengan paving block.
Hanya saja kondisinya sudah memburuk. Paving terbongkar dan membahayakan pengendara.
Saat hujan, air menggenang kian memperburuk kondisi jalan.
"Kita perlu jelaskan, bahwa untuk Jalan Hertasning sepanjang 1,8 km sampai di eks Kantor Disdik itu sudah ditangani pengaspalan. Untuk selanjutnya sampai perbatasan Gowa itu juga masuk dalam Paket 1, dan akan ditangani," ujar Ahmad Wildani dalam keterangannya pada Minggu (29/3/2026).
Perbaikan ruas Jalan Aroepala menggunakan dua metode.
Sebagian ruas akan diaspal, sebagian lainnya beton (rigid pavement).
"Kalau Hertasning pengaspalannya telah selesai, selanjutnya perbaikan pedestrian dan pembersihan saluran. Untuk Aroepala akan ditangani 1,8 km dengan dua macam penanganan yakni aspal dan beton. Belum dimulainya penanganan jalan di sana karena kita menunggu pengerjaan saluran terlebih dahulu, untuk salurannya menggunakan U-Ditch beton dan sementara dalam tahap pabrikasi," jelasnya.(*)
| 300 Desa tak Cairkan Dana Desa Tahap II, Potensi Jadi Silpa 2026 |
|
|---|
| Derita Nakes Belasan Tahun Mengabdi Kini Terancam Diberhentikan |
|
|---|
| Tuntutan Pembayaran Gaji Hayat Gani ke Pemprov Tidak Sesuai Aturan, Begini Penjelasan Jufri Rahman |
|
|---|
| Neraca Dagang Surplus, Disperindag Lirik Hilirisasi Produk Cokelat Hingga Cengkeh |
|
|---|
| Andi Sudirman Sulaiman Sorot Kemantapan Jalanan Turun Sisa 71 Persen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260411_JALANAN-BERDEBU_JALANAN-aroepala-berdebu.jpg)