Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Legislator Golkar Temukan Data Lama dalam Laporan Andi Sudirman: LKPJ Copy Paste Gubernur Disoal

Patarai Amir menemukan pada Bab III naskah LKPJ Andi Sudirman Sulaiman menggunakan rujukan anggaran tahun 2020.

Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Erlan Saputra
DPRD SULSEL - Momen Legislator Golkar Andi Patarai Amir koreksi LKPJ Gubernur Sulsel Andi Sudirman dalam paripurna di gedung sementara DPRD Sulsel, Jl AP Pettarani, Makassar, Selasa (31/3/2026) sore. 

Ringkasan Berita:
  • Andi Patarai Amir menemukan pada Bab III naskah LKPJ, menggunakan rujukan anggaran tahun 2020
  • Legislator Golkar itu menduga LKPj Andi Sudirman copy paste alias hasil salinan dari LKPj lama

 

TRIBUN TIMUR, MAKASSAR - Anggota DPRD Sulsel Fraksi Golkar Andi Patarai Amir menyoroti Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur tahun anggaran 2025.

Mantan Ketua DPRD Maros itu menduga LKPj Andi Sudirman copy paste alias hasil salinan dari LKPj lama.

Patarai Amir menemukan pada Bab III naskah LKPJ, menggunakan rujukan anggaran tahun 2020.

Kala itu Andi Sudirman masih menjabat Wakil Gubernur Sulsel.

Padahal yang mesti dilaporkan adalah pertanggungjawaban tahun 2025.

Hal itu disampaikan Patarai Amir dalam rapat paripurna di kantor sementara DPRD Sulsel, Kompleks PU/Bina Marga, Jalan AP Pettarani, Makassar, Selasa (31/3/2026).

Andi Patarai Amir menyampaikan kritik selama kurang lebih 10 menit.

Salah satunya dokumen LKPJ diduga copy paste.

“Ini sekadar koreksi, karena paripurna hari ini memang tidak ada sesi jawaban dan pandangan. Jadi tidak ada salahnya saya menyampaikan koreksi. Mohon maaf Pak Gubernur, mungkin juga belum membaca LKPJ ini, termasuk Pak Sekda,” ujarnya.

Ia kemudian menyimpulkan bahwa tim penyusun LKPJ terkesan belum siap dalam menyusun dokumen.

“Saya mengambil kesimpulan bahwa tim penyusun LKPJ ini seolah-olah belum siap menyerahkan LKPJ-nya,” tegasnya.

Sejumlah persoalan ditemukan bahkan dari sisi sistematika penulisan, bukan hanya substansi.

Ia membeberkan sejumlah indikator kinerja utama masih belum dirilis.

“Ada indeks modal manusia belum rilis, indeks ketahanan nasional juga belum rilis. Bagaimana kita mau bahas kalau datanya tidak ada? Tidak ada angka capaian yang dituangkan di LKPJ ini,” kritiknya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved