Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Wamenlu RI: Perang AS-Israel dan Iran Berpotensi Panjang, Picu Krisis Energi

Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia  (Wamenlu RI) Anis Matta menilai konflik Amerika Serikat-Israel dan Iran berpotensi berlangsung lama.

Tayang:
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Muh Hasim Arfah
Tribun-timur.com/Kaswadi Anwar
KONFLIK PANJANG-Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Wamenlu RI), Anis Matta saat menyampaikan materi dalam video pada Dialog Nasional Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Organisasi Wilayah Sulawesi Selatan (ICMI Orwil Sulsel) bekerjasama dengan Universitas Muslim Indonesia dan Forum Dosen di Aula Lantai 3 Pascasarjana UMI, Jl Urip Sumoharjo, Kelurahan Sinrijala, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulsel, Jumat (13/3/2026). Anis Matta sebut konflik AS-Israel dan Iran berpotensi panjang dan picu krisis energi. 

Hal ini akan memicu terjadinya krisis energi.

“Jangan lupa Selat Hormuz ini dilalui oleh sekitar 20 sampai 30 persen energi dunia. Jadi ini akan menyebabkan krisis energi sedang bisa kita rasakan,” tuturnya.

Selain krisis energi, sambung dia, akan memicu pula gangguan logistig global.

Dampaknya ke berbagai sektor indutsri, terutama berkaitan dengan energi.

Seperti Petrokimia, transportasi hingga rantai pasok global diperkirakan akan ikut terdampak apabila konflik berlangsung dalam waktu lama.

Olehnya itu, Anis Matta menilai situasi ini harus menjadi perhatian bersama untuk dicermati secara serius.

“Ini akan menjadi masalah yang sangat panjang yang harus kita pikirkan bersama,”  ucap politisi berusia 57 tahun ini.

Ketua Forum Dosen Suryadi Culla mencatat dua poin penting dari pesan disampaikan Anis Matta.

Pertama, konflik AS-Israel dan Iran akan berlangsung lama.

Dampaknya masalah global, misal penyelenggaraan haji bisa terancam.

Termasuk di rakyat Indonesia akan merasakan. Salah satunya bahan bakar minyak (BBM) bisa saja alami kenaikan.

“Itu yang pertama tentang konflik berlangsung lama,” sebutnya

Kedua, lanjut Suryadi Culla, dampaknya ke industri dan ekonomi.

Harga-harga akan mengalami kenaikan harga.

 “Yang pasti akan sangat berpengaruh di dalam negeri, apalagi pengaruh minyak, tidak hanya berpengaruh terhadap dolar, tetapi juga harga-harga di Indonesia,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved