Manuver RMS di Ajatappareng, Basis NasDem Mulai Diuji
Setelah bergabung dengan PSI, Rusdi Masse Mappasessu mulai manuver politik. Ia menggelar safari Ramadan di Sidrap dan Pinrang, Sulsel.
Ringkasan Berita:
- Rusdi Masse Mappasessu (RMS) mulai melakukan manuver politik setelah bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
- Mantan Ketua DPW NasDem Sulsel itu menggelar safari Ramadan di Sidrap dan Pinrang.
- Langkah tersebut dinilai sebagai upaya menguji loyalitas basis lama NasDem di kawasan Ajatappareng yang meliputi Parepare, Sidrap, Pinrang, Enrekang, Barru, dan Pangkep.
TRIBUN-TIMUR.COM - Manuver politik Rusdi Masse Mappasessu (53) mulai terlihat setelah resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Eks Ketua DPW Partai NasDem Sulawesi Selatan itu mulai menguji loyalitas basis lama NasDem di wilayah Ajatappareng.
Wilayah Ajatappareng selama ini dikenal sebagai basis kuat NasDem di Sulawesi Selatan. Kawasan ini meliputi Kota Parepare, Kabupaten Sidrap, Pinrang, Enrekang, Barru, dan Pangkep.
Pada Pemilu 2024, NasDem tercatat menang di sebagian besar wilayah tersebut. Dari enam daerah itu, hanya Kabupaten Barru yang bukan basis dominan NasDem.
Dalam dua hari terakhir, RMS menggelar safari Ramadan di dua daerah yang selama ini menjadi basis politiknya.
Agenda pertama adalah buka puasa bersama dalam rangka peringatan hari ulang tahunnya ke-53.
Kegiatan tersebut digelar di Lapangan RMS, Rappang, Kabupaten Sidrap, Selasa (3/3/2026).
Acara itu menjadi ajang silaturahmi besar yang mempertemukan sejumlah kepala daerah dan legislator dari berbagai wilayah di Sulawesi Selatan.
Beberapa hari kemudian, RMS kembali menggelar buka puasa bersama di Rumah Aspirasi RMS di Kabupaten Pinrang, Kamis (5/3/2026).
Menariknya, sebagian besar pejabat yang hadir merupakan kepala daerah yang dikenal sebagai kader NasDem.
Di antaranya Bupati Pinrang Andi Irwan Hamid yang juga Ketua NasDem Pinrang.
Hadir pula Wakil Bupati Pinrang Sudirman Bungi dan Wakil Bupati Sidrap Nur Kanaah.
Selain itu, tampak Wali Kota Parepare Tasming Hamid, Bupati Enrekang Yusuf Ritangnga, hingga Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif.
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi juga terlihat menghadiri kegiatan tersebut.
Dalam kesempatan itu, RMS menyampaikan rasa syukur atas perjalanan hidup dan karier politiknya hingga saat ini.
Ia juga menaruh harapan terhadap masa depan sejumlah daerah yang selama ini menjadi basis dukungannya, khususnya Sidrap, Enrekang, dan Pinrang.
“Usia 53 tahun adalah perjalanan panjang. Saya memilih berhenti menjadi anggota DPR karena sudah yakin tiga kabupaten ini, Sidrap, Enrekang, dan Pinrang, insyaallah akan terus membawa kemajuan,” kata RMS.
“Doakan saya sehat-sehat dan sukses di tempat saya yang baru,” tambahnya.
Menurut RMS, ketiga daerah tersebut memiliki potensi besar untuk terus berkembang, baik dari sisi pembangunan daerah maupun kesejahteraan masyarakat.
Ia menyebut Sidrap, Enrekang, dan Pinrang sebagai basis dukungan terkuat yang selama ini menopang perjalanan politiknya.
Meski demikian, RMS tidak menampik masih ada sejumlah tantangan yang dihadapi beberapa daerah, termasuk persoalan penganggaran di Kabupaten Enrekang.
Namun ia tetap optimistis berbagai tantangan tersebut dapat diatasi melalui kerja sama dan semangat kebersamaan.
“Tidak ada ujian yang diberikan jika kita tidak mampu menghadapinya,” katanya.
Dominasi Retak
Dalam kekuasaan tidak ada yang abadi. Semua bisa berganti ketika zaman berubah. Hal itu juga terlihat dalam peta politik di Sulawesi Selatan.
Pada 1970-an hingga 2019, Partai Golkar menjadi partai penguasa absolut di Sulawesi Selatan.
Namun kekuasaan Golkar mulai tergerogoti pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Golkar kalah besar di hampir semua wilayah. Partai berlambang beringin itu tumbang di Kabupaten Bone dan Kota Parepare.
Kedua wilayah tersebut selama ini dikenal sebagai basis Golkar di tanah Bugis. Sejumlah daerah lain bahkan lebih dulu lepas pada Pemilu 2019.
Padahal pada Pemilu 2024, Golkar masih menang di 15 provinsi. Disusul PDIP di 10 wilayah dan Gerindra di lima wilayah.
Partai yang mengalahkan partai tertua di Indonesia itu justru berasal dari “anaknya” sendiri, yakni Partai Gerindra dan Partai NasDem.
Partai Gerindra merebut Kabupaten Bone di bawah kepemimpinan Andi Iwan Darmawan Aras.
Sementara itu, Partai NasDem menumbangkan Golkar di Kabupaten Sidrap.
Belum cukup satu musim politik, PSI juga mulai menggarap basis NasDem di wilayah Sidrap, Pinrang, dan Enrekang (Siperang).
NasDem memenangkan ketiga wilayah tersebut pada Pemilu 2024 dari Demokrat di Pinrang dan PAN di Enrekang.
Mantan Ketua DPW NasDem Sulsel, Rusdi Masse, menyebut daerah pemilihan Siperang sebagai basis PSI di masa depan.
“Saya memilih berhenti menjadi anggota DPR karena sudah yakin tiga kabupaten ini Sidrap, Enrekang, dan Pinrang insyaallah akan terus membawa kemajuan,” katanya.
Rusdi Masse Mappasessu menyebut ketiga daerah tersebut sebagai basis dukungan terbesarnya. (*)
| Kader Gowa Tyna Haji Tino Bantah Isu Nasdem Diakuisisi Gerindra |
|
|---|
| Jubir Tegaskan Peran Jusuf Kalla Antar Jokowi ke Kursi Presiden, Narasi Tak Tahu Balas Budi Dibantah |
|
|---|
| Reaksi Pihak JK soal Rencana Ketua Harian PSI Ingin Pertemukan Jusuf Kalla dan Sahat Sinurat |
|
|---|
| Kalla Minta Tak Ada Demo 'Dukungan untuk Pak JK', Laskar Garuda Indonesia Bersatu Batalkan Aksi |
|
|---|
| Setelah Rusdi Masse Gabung, Kader NasDem di Daerah Disebut Segera Menyusul ke PSI |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260306_GERAKAN-RMS_gerakan-RMS-demi-menangkan-PSI.jpg)