Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kompolnas Temukan Iptu N Tak Membidik Pemuda Makassar Bertrand

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menilai tak ada unsur kesengajaan dalam peristiwa tertembaknya pemuda bernama Bertrand Eka Prasetyo (18).

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Muh Hasim Arfah
Tribun-timur.com/Muslimin Emba
KOMPOLNAS TURUN TANGAN- Komisioner Kompolnas Choirul Anam dan Gufron Mabruri saat memberikan keterangan pers terkait Iptu N didampingi Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto dan Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana di Mapolda Sulsel, Jl Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (5/3/2026). Bertrand meninggal dunia usai tertembak pistol yang digenggam perwira Iptu N. 

Ringkasan Berita:
  • Komisioner Kompolnas Choirul Anam mengatakan, dugaan ketidak sengajaan Iptu N dalam kasus itu, dikuatkan dari posisinya yang mengamankan pelaku.
  • Bertrand tertembak pistol Iptu N saat pengamanan Minggu (1/3/2026) lalu.

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menilai tak ada unsur kesengajaan dalam peristiwa tertembak pemuda bernama Bertrand Eka Prasetyo (18).

Komisioner Kompolnas Choirul Anam mengatakan, dugaan ketidak sengajaan Iptu N dalam kasus itu, dikuatkan dari posisinya yang mengamankan pelaku.

Choirul Anam mengatakan, saat kejadian Iptu N tidak dalam posisi membidik korban.

"Kalau dilihat dari video yang lebih terang itu, posisinya memang dalam posisi yang bukan membidik," kata Choirul Anam saat berkunjung di Mapolda Sulsel, Jl Perintis Kemerdekaan Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan,  Kamis (5/3/2026).

Choirul Anam hadir didampingi komisioner Kompolnas lainnya, Gufron Mabruri.

Keduanya didampingi Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto dan Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana saat memberikan keterangan pers.

Baca juga: Siapa Iptu N? Perwira Polisi Tersangka Tewasnya Remaja di Toddopuli

"Artinya kalau membidik itu begini misalnya (memberikan gambaran), memang nyasar satu subjek tertentu. Itu tidak kelihatan," jelasnya lagi.

Choirul Anam mengaku, pasca kejadian sudah langsung melakukan pengecekan ke sejumlah lokasi.

Termasuk, ke lokasi kejadian, rumah duka dan juga sejumlah rekaman CCTV.

"Sehingga apakah ini posisinya sengaja atau tidak sengaja, video tersebut menjadi fakta utama menunjukkan posisi tangan, senjata, tersebut," terang mantan Komisioner Komnas HAM itu 

"Kalau dilihat memang ngga ada posisi membidik sasaran secara langsung," sambungnya.

Meski begitu, ia mengaku mempercayakan penyelidikan kasus itu secara scientific.

"Nah lebih detailnya biar nanti pendekatan scientific untuk memperkuat video akan sangat penting. Tapi posisinya nggak ada yang memang diarahkan, kalau diarahkan langsung, kalau rangkaian peristiwanya, harusnya nda seperti itu," tuturnya.

Pada kesempatan itu, Choirul Anam juga mengapresiasi langkah Bid Propam Polda Sulsel dan Polrestabes Makassar dalam penanganan kasus itu.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved