Sosok Kombes Zulham Effendy Bongkar Cara Bripda Pirman Aniaya Bripda DP hingga Meninggal Dunia
Kabid Propam Polda Sulsel Kombes Pol Zulham Effendy adalah prajurit Polri berasal dari akademi kepolisian (Akpol) 2000.
TRIBUN-TIMUR.COM- Kabid Propam Polda Sulsel Kombes Pol Zulham Effendy memecat Bripda Pirman.
Keputusan ini terjadi dalam sidang kode etik di ruang sidang lantai 4 gedung Mapolda Sulsel, Jl Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Senin (2/3/2026).
Bripda Pirman tersangka penganiayaan yang mengakibatkan juniornya Bripda DP (19) meninggal dunia.
Total ada 14 polisi yang merupakan rekan seangkatan Bripda Pirman dan Bripda DP yang dihadirkan.
Pengakuan Bripda Pirman yang mengaku hanya sekali memukul bagian perut dan wajah Bripda DP, terbantahkan dalam sidang itu.
Terungkap Bripda Pirman rupanya beberapa kali melakukan penganiayaan terhadap DR hingga korban terjatuh tak sadarkan diri.
"Awal pengakuannya hanya sekali pukul di perut, sekali pukul di wajah, ternyata di fakta persidangan ada beberapa kali," kata Kombes Pol Zulham Effendy seusai memimpin sidang.
Baca juga: Duduk Tenang saat Sidang, Bripda Pirman Dipecat Polri Kasus Polisi Bunuh Polisi
Pukulan bertubi-tubi yang dilakukan Bripda Pirman ke juniornya itu lanjut Zulham, dikuatkan dengan hasil visum RS Bhayangkara oleh Tim Dokpol Biddokkes Polda Sulsel.
"Ada kesesuaian hasil visum dan keterangan terduga pelanggar (Bripda Pirman)," kata Zulham.
"Walaupun awalnya tidak mengakui, tapi kita kroscek dengan keterangan saksi orang yang ada di TKP," lanjutnya.
Saksi mata penganiayaan Bripda Pirman ke Bripda DP itu kata Zulham adalah Bripda MH.
"Bripda MH ini dia pura-pura tidur, padahal dia melihat langsung terjadi pemukulan dan itu lumayan lama waktunya," beber alumnus Akpol 2000 ini.
Lebih lanjut dijelaskan, penganiayaan yang dilakukan Bripda Pirman terbilang cukup sadis.
Pasalnya, korban Bripda DP dianiaya dengan posisi kepala di bawah kaki di atas.
"Itu namanya sikap roket. Artinya itu yang buat fatal, artinya dalam keadaan terbalik kemudian dipukul," tuturnya.
| Wajo Siaga El Nino 2026, Satpol PP-Damkar Antisipasi Karhutla dan Kekeringan |
|
|---|
| Polda Sulsel Kerahkan 200 Personel, Ajak Warga Bayar Pajak Pengesahan via SIGNAL |
|
|---|
| Aksi May Day Kondusif, Dokkes Polda Sulsel Pastikan Layanan Medis Siap |
|
|---|
| PSM Makassar Tetap Waspada Meski Bhayangkara Tak Diperkuat Top Skornya Moussa Sidibe |
|
|---|
| Protes Menggema! Suporter Soroti Larangan Polda Sulsel Nonton PSM Makassar vs Bhayangkara di Stadion |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260222-Kombes-Pol-Zulham-Effendy.jpg)