Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PSM Makassar

PSM Makassar Tetap Waspada Meski Bhayangkara Tak Diperkuat Top Skornya Moussa Sidibe

Laga PSM Makassar vs Bhayangkara FC pada pekan 31 Super League dipastikan tanpa penonton.

Tayang:
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Alfian
Official PSM Makassar
PSM MAKASSAR - Bek PSM Makassar Aloisio Soares saat menggiring bola dikawal striker Bali United Boris Kopitovic pada pekan 30 Super League 2025/2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Senin (27/4/2026). PSM Makassar perlu perbaiki pertahanan saat lawan Bhayangkara Lampung FC. 

Ringkasan Berita:

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – PSM Makassar diuntungkan saat menjamu Bhayangkara Lampung FC pada pekan 31 Super League 2025/2026.

Kekuatan daya gedor Bhayangkara FC berkurang. Sang top skorer tim, Moussa Sidibe tak bisa bermain karena akumulasi kartu kuning.

Penyerang asal Mali ini telah mengantongi empat kartu kuning selama perkuat The Guardian musim ini.

Padahal Sidibe pemain paling besar pengaruhnya di Bhayangkara FC saat ini. 12 gol dan enam assist disumbangkan dari 13 penampilan.

Olehnya itu, kehilangan Sidibe perlu dimanfaatkan oleh PSM Makassar menumbangkan Bhayangkara FC.

Tiga poin wajib direbut PSM Makassar dari Bhayangkara FC di  Stadion BJ Habibie, Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (4/5/2026) pukul 16.30 Wita.

Meski begitu, Pengamat Sepak Bola Syamsuddin Umar mengingatkan untuk tetap berhati-hati lawan Bhayangkara FC.

Pasalnya, pemain Juku Eja ketika kalah bola, berhasil dilewati atau dalam kondisi ditekan, cara menghentikan lawan ingin sekaligus, dengan tekel.

Hal ini dinilai sangat berbahaya karena dapat melahirkan situasi bola mati bagi Bhayangkara FC.

Baca juga: Protes Menggema! Suporter Soroti Larangan Polda Sulsel Nonton PSM Makassar vs Bhayangkara di Stadion

Ia meminta penggawa PSM Makassar bermain lebih sabar dan memperbaiki pengambilan keputusannya.

“Hati-hati di situ. Cara bertahannya tidak sabar menghalau, menggiring lawan, jangan mengambil keputusan sekaligus,” katanya saat dihubungi Tribun-Timur.com, Jumat (1/5/2026).

Syamsuddin Umar menuturkan, M Arfan cs harus memperbaiki cara menjaga lawan.  Mereka perlu melihat ke mana lawan bergerak.

Selain itu, cara berdiri dan mengambil bola kadang tidak dalam posisi yang benar.

Buntutnya, jika pemain lawan nantinya melakukan gerakan tiba-tiba, pemain PSM Makassar terlambat menutup.

“Kita harap ini bisa diperbaiki. Jangan hanya melihat bola, harus melihat lawan dan bagaimana posisi kita. Harus berdiri di antara lawan dan daerah, jadi ketika lawan mau lewat, sudah ada pengambilan keputusan di situ,” tutur mantan asisten pelatih Timnas Indonesia ini.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved