Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Banjir Sulsel

4 Wilayah Terendam Banjir Pasca Hujan Deras Guyur Sulsel

Kota Makassar, Kabupaten Maros, Pinrang, dan Kabupaten Gowa terendam banjir, Selasa (24/2/2026).

Tayang:
Editor: Muh Hasim Arfah
Tribun-timur.com/Nurul Hidayah
Banjir merendam Dusun Kampala, Desa Bontomatene, Kecamatan Marusu, usai diterjang hujan intensitas tinggi, Selasa (24/2/2026).Ketinggian air sekitar 30 Cm hingga mencapai satu meter. 

“Untuk saat ini ada delapan kecamatan yang terdampak banjir akibat curah hujan yang cukup tinggi. Rata-rata ketinggian air antara 30 sentimeter hingga satu meter," katanya saat ditemui di Kantor BPBD, Selasa (24/2/2025).

Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan kelurahan untuk mendirikan posko siaga bencana.

Nasrul menjelaskan, air sebenarnya sempat surut sehari sebelumnya, namun kembali naik dengan ketinggian relatif sama.

"Hingga kini, belum ada laporan warga yang mengungsi karena sebagian besar rumah yang terdampak merupakan rumah panggung," sebutnya.

Ketua RT Dusun Kampala, Sangkala, menyebut banjir kali ini merupakan yang keenam dalam dua bulan terakhir.

“Sudah enam kali banjir dalam dua bulan ini. Sempat surut kemarin, sekarang naik lagi. Warga belum ada yang mengungsi, masih bertahan di rumah,” katanya.

Banjir Gowa 

Hujan deras yang mengguyur sejak Senin malam (23/2/2026) menyebabkan banjir di Jalan Yusuf Bauty, Kelurahan Manggarupi, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (24/2/2026).

Pantauan di lokasi, ketinggian air di ruas jalan bervariasi, mulai setinggi betis hingga lutut orang dewasa.

Air tidak hanya merendam badan jalan, tetapi juga masuk ke sejumlah rumah warga di beberapa perumahan sekitar lokasi.

Sejumlah pengendara, khususnya sepeda motor, tampak kesulitan melintas.

Bahkan, sebagian terpaksa mendorong kendaraannya karena mesin mati akibat terendam air.

Salah seorang warga, Agus, mengatakan banjir di kawasan tersebut hampir terjadi setiap tahun saat hujan deras turun.

“Iya, tiap hujan banjir. Sudah tiap tahun,” ujarnya.

Menurut Agus, ketinggian air kali ini masih tergolong sedang dibandingkan banjir sebelumnya.

“Paling tinggi biasa banjir di sini sampai satu meter. Tapi sekarang ini masih sampai betis hingga lutut,” ucapnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved