Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Eks Napiter Suryadi Masud Dirikan Rumah Moderasi, Fokus Pembinaan dan Deradikalisasi

Mantan narapidana terorisme, Suryadi Mas’ud aktif pencegahan radikalisme di Sulawesi Selatan melalui Yayasan Rumah Moderasi Makassar.

Tayang:
Editor: Muh Hasim Arfah
Tribun-timur.com
MANTAN NAPITER- Mantan narapidana terorisme, Suryadi Masud menjadi narasumber dalam program Kata Abangda, beberapa waktu lalu. Suryadi Mas’ud, kini aktif dalam upaya pencegahan radikalisme di Sulawesi Selatan melalui Yayasan Rumah Moderasi Makassar (YRMM). 

Ringkasan Berita:
  • Suryadi sebelumnya pernah terlibat dalam sejumlah kasus terorisme nasional dan jaringan lintas negara. 
  • Suryadi menyatakan ikrar setia kepada NKRI, Pancasila, dan UUD 1945 di kampung halamannya di Malua, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR– Mantan narapidana terorisme, Suryadi Mas’ud, kini aktif dalam upaya pencegahan radikalisme di Sulawesi Selatan melalui Yayasan Rumah Moderasi Makassar (YRMM).

Yayasan tersebut dibentuk bekerja sama dengan aparat kepolisian sebagai wadah pembinaan dan reintegrasi sosial bagi eks napiter.

Suryadi sebelumnya pernah terlibat dalam sejumlah kasus terorisme nasional dan jaringan lintas negara.

Ia menjalani hukuman di Lapas Nusakambangan dan mengikuti program deradikalisasi sebelum memperoleh pembebasan bersyarat pada 13 Februari 2023.

Pada pertengahan 2023, di kampung halamannya di Malua, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Suryadi menyatakan ikrar setia kepada NKRI, Pancasila, dan UUD 1945.

Sejak saat itu, ia menjalin komunikasi dan berkolaborasi dalam kegiatan edukasi pencegahan radikalisme bersama aparat keamanan.

Baca juga: Lima Teroris Diamankan di Bandara Sultan Hasanuddin, Apa yang Terjadi?

Awal 2025, melalui dukungan Direktorat Intelkam Polda Sulsel dan Densus 88 AT Polri wilayah Sulsel, YRMM resmi difungsikan sebagai pusat interaksi sosial dan pembinaan bagi sekitar 80 eks napiter.

Pembinaan dilakukan secara berkala oleh personel Subdit Kamneg Dit Intelkam dan Densus 88 AT.

Program pemberdayaan yang dijalankan meliputi pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), seperti penjualan kopi dan makanan siap saji, produksi kue tradisional, layanan pemotongan ayam, servis telepon seluler, bengkel, hingga pencucian motor.

Program ini bertujuan membantu eks napiter memperoleh penghasilan layak serta kembali berintegrasi dengan masyarakat.

Direktur Intelkam Polda Sulsel, Kombes Pol Hajat Mabrur Bujangga, menyatakan pembinaan berkelanjutan menjadi bagian penting dalam strategi deradikalisasi.

Menurutnya, pendekatan sosial dan ekonomi diperlukan agar mantan pelaku dapat menjalani kehidupan yang produktif sekaligus mencegah potensi rekrutmen ulang oleh jaringan radikal.

Dalam waktu dekat, Suryadi bersama 11 eks napiter dan 32 anggota keluarga mereka dijadwalkan terlibat sebagai relawan dalam program pelayanan pemenuhan makanan bergizi bagi pelajar.

Kegiatan tersebut ditujukan untuk mendukung program pemerintah dalam peningkatan kesejahteraan dan kualitas sumber daya manusia.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved