Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ramadan

Sambut Ramadan Murid SMA SMK dan SLB di Sulsel Belajar dari Rumah 18-20 Februari 2026

Di awal Ramadan 2026, siswa SMA/SMK dan SLB se-Sulsel akan menjalani pembelajaran di rumah atau libur.

Tayang:
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Alfian
Tribun-timur.com/Faqih Imtiyaaz
SEKOLAH RAMADAN - Aktivitas Siswa SMAN 5 Makassar mengenakan baju pramuka disela-sela jam pembelajaran saat di potret beberapa waktu lalu. Masa libur berlangsung 18-20 Februari, siswa akan kembali bersekolah pada 23 Februari dengan agenda Ramadan Mengaji  

Ringkasan Berita:
  • Di awal Ramadan 2026, siswa SMA/SMK dan SLB se-Sulsel akan menjalani pembelajaran di rumah atau libur.
  • Sedangkan libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H ditetapkan mulai 16 hingga 27 Maret 2026. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemerintah telah menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriyah tepat pada Kamis (19/2/2026) besok.

Umat muslim akan memulai ibadah puasa satu bulan penuh.

Di awal Ramadan 2026, siswa SMA/SMK dan SLB se-Sulsel akan menjalani pembelajaran di rumah atau libur.

Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Menteri Agama Republik Indonesia, Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2026, Nomor 2 Tahun 2026, dan Nomor 400.1/857/SJ Tentang

Pembelajaran di Bulan Ramadan Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi

Dalam edaran tersebut, siswa akan libur mulai 18 hingga 20 Februari 2026.

Masa libur ini sebenarnya berlanjut dari libur nasional perayaan Imlek pada 17 Februari.

Nantinya siswa akan kembali bersekolah pada Senin, 23 Februari.

"Tanggal 23 sampai dengan 27 Ramadan diadakan Ramadan mengaji," kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Pendidikan Sulsel, Mustakim dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (17/2/2026).

Baca juga: Catat! Berikut Jadwal Lengkap Libur Sekolah di Makassar

Secara umum, siswa akan memperbanyak aktivitas membaca Al-Quran.

Para guru terkhusus pengajar mata pelajaran agama akan membimbing siswa.

Mustakim menyebut ini menjadi bagian menekan angka buta huruf Al-Quran.

"Sekolah juga diarahkan untuk membuat kajian, ceramah," katanya kepada wartawan Tribun-Timur.

Ramadan menjadi momentum meningkatkan pendidikan karakter siswa melalui pendekatan spiritual.

Sementara siswa non-muslim juga akan mendapat bimbingan  ari guru masing-masing.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved