Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kader Gerindra Sulsel Berkibar di HIPMI, KONI, hingga Musda KNPI

Kader Gerindra memimpin HIPMI Sulsel, Hipmi Makasar, KONI Sulsel, dan terbaru akan bertarung di KNPI

Tayang:
Editor: Ari Maryadi
Istimewa
GERINDRA - Kolase Andi Amar Maruf Sulaiman, Darmawangsyah Muin, Fadel Tauphan Ansar, Vonny Amelia. 

Ia  menyalami sebagian pengurus KONI kabupaten/kota dan pengurus Cabor.

Selanjutnya, politisi Gerindra itu membacakan visi misinya di hadapan peserta dengan durasi 5 menit 2 detik.

Sebelum ditetapkan sebagai Ketua Umum KONI Sulsel Darmawangsyah Muin dicecar berbagai pertanyaan oleh beberapa pengurus Cabor.

Dari perwakilan Pengprov Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Sulsel Maulana mempertanyakan langkah diambil oleh Darmawangsyah Muin terkait anggaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bone-Wajo 2026 hanya Rp 6,5 miliar.

Padahal, pada Porprov Sinjai-Bulukumba anggaran itu sebesar Rp 13,5 miliar.

“Bagaimana langkah Bapak untuk mencari anggaran pelaksanaan Porprov,” katanya dengan nada meninggi.

Sedangkan Ketua Umum Modern Pentatlhon Sulsel Diza Ali menyampaikan, tak usah menjanjikan masuk lima besar atau 10 besar kalau anggaran tidak ada.

“Sudah-sudahimi Sulsel tidak masuk 5 besar PON. Malu-malu kita sebagai orang  Sulsel, selalu Ewako, Ewako, 10 besar saja anggaran tidak ada,” ucapnya.

Usai itu Darmawangsyah Muin memberikan tanggapan. Di akhirnya dengan penetapan secara resmi sebagai ketua terpilih sekira pukul 17.40 Wita.

Darmawangsyah Muin berharap, kepengurusan ke depan mendapat perhatian dari Pemprov Sulsel, Begitu pun dengan KONI kabupaten/kota.

Supaya ada pembinaan atlet secara terus menerus. Dengan begitu, kejayaan olahraga Sulsel bisa dikembalikan.

“InsyaAllah 2028 di PON bisa membawa Sulsel masuk kelima besar atau minimal masuk ke 10 besar sebagai perwujudan dari kembalinya kewibawaan dan kejayaan olahraga di Sulsel,” ucap sembari menggerakkan tangannya di depan dada.

Pria akrab disapa Wawan itu mengaku evaluasi dari kepengurusan sebelumnya adalah perhatian pemerintah yang berkurang drastis dan anggaran pembinaan mini,

Olehnya itu, perlu disepakati untuk mendapatkan atlet bagus dibutuhkan pembinaan secara berkelanjutan. Pendanaan juga tak boleh sedikit.

“KONI dan Pemprov jika ingin nama kita berkibar di kancah nasional harus memikirkan itu semua. Saya yakin target kita bisa dicapai dengan kebersamaan,” ucapnya.

Ia menyampaikan, KONI di bawah kepemimpinannya berusaha menggaet BUMN maupun pihak swasta yang bisa membantu dalam pendanaan.

Namun, paling utama ada perhatian dari Pemprov Sulsel.

“Kira berusaha mengunggah hati, rasa dan pikiran pemangku kebijakan demi mengembalikan olahraga Sulsel,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved