Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Dinamika PBNU

Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf Dipecat, Pengurus Sulsel Segera Buat Imbauan Terbaru

PWNU Sulsel segera menyampaikan surat edaran tersebut lagi menyikapi pemberhentian Yahya Cholil Staquf

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Ari Maryadi
Tribunnews.com
DIPECAT - KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) di Jakarta, Sabtu (4/12/2021). KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dipecat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang baru. 

Ringkasan Berita:
  • Pengurus PWNU Sulsel segera buat surat edaran baru
  • Saat ini PWNU Sulsel menunggu perkembangan terbaru dari PBNU
  • Yahya Cholil Staquf diberhentikan sebagai Ketua Umum PBNU

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulsel segera menyampaikan surat edaran lagi menyikapi keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Hal itu disampaikan Wakil Sekretaris PWNU Sulsel, Muhajirin saat dihubungi Tribun Timur soal pemberhentian Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) sebagai Ketua Umum PBNU.

"Segera setelah ada keputusan perkembangan hari ini," kata Muhajirin.

Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) diberhentikan sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Gus Yahya dipecat Rabu 26 November 2025 hari ini.

PBNU menyampaikan Gus Yahya kini sudah tidak punya wewenang dan hak atas jabatan Ketum PBNU.

Keputusan pemberhentian Gus Yahya itu disampaikan PBNU lewat surat edaran tentang tindak lanjut keputusan rapat harian Syuriyah PBNU.

Surat ditandatangani Wakil Rais Aam PBNU Afifuddin Muhajir dan Katib Ahmad Tajul Mafakhir Selasa 25 November 2025.

"KH Yahya Cholil Staquf tidak lagi berstatus sebagai Ketua Umum PBNU terhitung mulai 26 November 2025 pukul 00.45 WIB," demikian bunyi surat edaran yang diperoleh Tribun Timur Rabu (26/11/2025).

Sebelumnya, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulsel mengeluarkan surat edaran berisi imbauan kepada seluruh Jam’iyyah dan Jamaah NU se-Sulsel.

Imbauan itu dikeluarkan untuk menjaga ketenangan dan persatuan menyikapi dinamika internal yang terjadi di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, didesak mundur.

Sikap dan Yahya dianggap bertentangan dengan nilai dan ajaran NU, salah satunya karena memiliki relasi dengan kelompok Yahudi internasional.

PWNU Sulsel mengeluarkan surat edaran bernomor 62/PW.03/A.II.10.01/24/11/2025. Edaran diteken secara elektronik oleh Ketua PWNU Sulsel KH Hamzah Harun dan Wakil Sekretaris Muhajirin.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved