Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Idul Adha 2026

Prof Muhammad Agus Ulas Ciri-Ciri Haji Mabrur Khutbah Idul Adha di Sidrap

Ibadah haji yang diterima akan tercermin melalui akhlak yang semakin baik, tutur kata yang lembut, serta kepedulian terhadap sesama.

Tayang:
Penulis: Hardiyanti Kamaluddin | Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/ist
IDULADHA 2026- Prof Muhammad Agus menyampaikan khutbahnya di Lapangan Usman Isa, Kelurahan Pangkajene, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap, Rabu (27/5/2026). Prof Muhammad Agus membeberkan ciri-ciri haji mabrur di hadapan jamaah salat Iduladha.     

TRIBUN-TIMUR.COM, SIDRAP — Ratusan warga Salat Idul Adha di Lapangan Usman Isa, Kelurahan Pangkajene, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap, Rabu (27/5/2026).

Khatib Rektor Institut Agama Islam (IAI) DDI Mangkoso, Prof Muhammad Agus.

Ia menyampaikan pesan mengenai makna haji mabrur dan pentingnya menjaga akhlak setelah menunaikan ibadah.

Kemabruran haji tidak diukur dari gelar “haji” yang melekat di depan nama seseorang, melainkan dari perubahan sikap dan perilaku setelah kembali dari Tanah Suci.

Ibadah haji yang diterima akan tercermin melalui akhlak yang semakin baik, tutur kata yang lembut, serta kepedulian terhadap sesama.

“Jika hajinya orang yang berhaji di Tanah Suci itu diterima oleh Allah, maka surga balasannya,” ujar Prof. Agus.

Baca juga: Sapi Kurban Presiden Prabowo 910 Kg Diarak Keliling Sidrap

Ia juga mengingatkan bahwa kesempurnaan ibadah tidak cukup hanya dengan kemampuan materi untuk berangkat haji.

Seseorang yang telah mengeluarkan hartanya untuk berhaji, tetapi masih bersikap buruk kepada orang tua, gemar merendahkan orang lain, dan tidak menghargai jasa keluarga, dinilai belum menunjukkan tanda-tanda haji yang mabrur.

Prof. Agus menekankan bahwa haji mabrur memiliki ciri yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Tanda-tanda orang yang haji mabrur adalah mampu menebarkan kedamaian di tengah sesama, suka berbagi dan memberi makan, serta bertutur kata dengan lembut tanpa menyakiti hati orang lain,” katanya.

Kemuliaan sebuah ibadah sejatinya tidak hanya terlihat saat ibadah itu dilaksanakan, tetapi justru tampak setelah seseorang menyelesaikannya.

Karena itu, berakhirnya rangkaian ibadah haji seharusnya menjadi titik awal meningkatnya ketakwaan kepada Allah SWT dan memperbaiki hubungan dengan sesama manusia.

Laporan ReporterSidrap: Hardiyanti Kamaluddin

 

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved