Kekerasan Anak
Sulsel Catat 1.104 Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan Sepanjang 2025
Sepanjang 2025, Sulsel catat 1.104 kasus kekerasan anak dan perempuan. Terbanyak kekerasan seksual, dominan terjadi di rumah tangga.
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Sepanjang 2025, tercatat 1.104 kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Sulawesi Selatan
Data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A Dalduk-KB) menyebut 875 korban perempuan dan 284 laki-laki.
Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DP3A Dalduk-KB, Meisy Papayungan, mengatakan lebih dari 50 persen kasus anak merupakan kekerasan seksual.
“Kasus anak yang terlapor itu lebih 50 persen, atau 40 sampai 50 persennya adalah kekerasan seksual,” ujarnya di Makassar, Rabu (22/10/2025).
Meisy menjelaskan, kekerasan seksual mencakup tindakan tanpa persetujuan, mulai dari pelecehan fisik, verbal, hingga gestur yang menyerang harga diri.
“Kedipan mata pun juga kalau kita memberikan gestur yang menyerang harga diri seseorang, itu juga bisa dikategorikan kekerasan seksual. Disiul-siulin saja bisa dilaporkan,” lanjutnya.
Sebaran Kasus
Kota Makassar: 380 kasus
Kabupaten Gowa: 77 kasus
Kota Palopo: 61 kasus
Lokasi Kejadian
Rumah tangga: 520 kasus
Tempat lain: 261 kasus
Fasilitas umum: 214 kasus
Jenis Kekerasan
| Balita 2 Tahun di Luwu Tewas Dianiaya Pacar Ibu, Pelaku Ditangkap |
|
|---|
| Korban Kekerasan Anak di Takalar Ngaku Tak Didampingi |
|
|---|
| 174 Anak Perempuan Korban Kekerasan di Makassar Sejak Januari-September 2025 |
|
|---|
| Murid SD di Makassar Dianiaya Ibu Temannya, Orangtua Korban Lapor Polisi |
|
|---|
| Pelecehan Anak via AI Pernah Terjadi di Makassar dan Bulukumba |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2025-07-20-kekerasan-seksual.jpg)