Headline Tribun Timur
Menteri asal Sulsel Berkinerja Terbaik di Pemerintahan Prabowo-Gibran
Tiga menteri asal Sulawesi Selatan masuk dalam menteri berkinerja terbaik jelang satu tahun pemerintahan Pemerintahan Prabowo-Gibran
TRIBUN-TIMUR.COM - Sebanyak Tiga menteri asal Sulawesi Selatan masuk dalam menteri berkinerja terbaik jelang satu tahun pemerintahan Pemerintahan Prabowo-Gibran dalam Kabinet Merah Putih.
Hal itu terpantau dalam survei persepsi publik PT IPI memotret satu Tahun Pemerintahan Prabowo Gibran serta Kabinet Merah Putih.
Mereka adalah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, dan Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Menurut Direktur PT Indeks Politica Indonesia (IPI) Suwadi Idris Amir mengatakan, Menteri pertanian Andi Amran Sulaiman mendapat apresiasi penilaian teratas sebab figur nya dianggap serius memerangi mafia pangan.
Sektor pertanian berkontribusi cukup besar menggerakkan perekonomian masyarakat satu tahun ini.
Kedua Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dianggap berperan besar memperkuat kekuatan militer untuk pertahanan bangsa dan membuat pengaruh Indonesia makin kuat ke mancanegara.
Itulah kenapa kedua menteri tersebut berada di dua besar menteri mendapat penilaian tinggi terhadap kinerja nya di satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Selama ini Presiden Prabowo memang konsentrasi pada bidang pertanian, pangan, pertahanan, dan politik luar negeri. Sehingga, menteri-menteri ini mendapatkan efek positif dari kinerja dari pemerintahan Presiden Prabowo,” katanya di Hotel Denpasar, Jl Boulevard, Kota Makassar, Sulsel, Sabtu (18/10/2025).
Survei Strategic and Political Insight Network (SPIN) juga memperoleh Amran Sulaiman memperoleh tingkat kepuasan tinggi.
Dalam survei yang dilakukan di 38 provinsi pada 1–9 Oktober 2025.
Posisi pertama adalah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, dengan 67,5 persen dan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, dengan 67,3 persen.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto meraih tingkat kepuasan publik tertinggi ketiga dengan 66,9 persen.
Lembaga survei Index Politica juga merilis nama Amran, Sjafrie dan Nasaruddin Umar masuk 10 besar menteri paling dikenal publik.
Mereka adalah Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menhan Jenderal (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Kemendugbangga/BKKBN Wihaji.
Kemudian, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan AH, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dan Menag Nasaruddin Umar
Kepuasan Publik Prabowo-Gibran
Hasil survei terbaru Rumah Politik Indonesia (RPI) menunjukkan mayoritas publik puas dengan kinerja satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Tingkat kepuasan atas kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran selama satu tahun ini berada di angka 86,4 persen.
Survei terbaru RPI ini digelar pada 9 Oktober sampai dengan 16 Oktober 2025 terhadap masyarakat berumur di atas 17 tahun atau yang sudah memiliki hak pilih dan berasal dari 38 Provinsi di Indonesia.
Survei ini dilakukan dengan metode multistage random sampling.
Jumlah sampel yang di peroleh sebanyak 1200 responden dengan margin of error dari ukuran sampel tersebut sebesar 3 persen pada tingkat kepercayaan ± 95 persen.
"Berdasarkan temuan survei, Rumah Politik Indonesia mendapati bahwa tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat ini cukup puas/ puas/ sangat puas kondisinya sebesar 86,4 persen. Sedangkan sebesar 12,7 persen responden menjawab tidak puas, dan sebesar 0,9 persen responden menilai tidak tahu atau memilih untuk tidak menjawab," ujar Direktur Eksekutif Rumah Politik Indonesia (RPI) Fernando Emas saat konferensi pers rilis hasil survei di Hotel Aryaduta Semanggi, Jakarta, Sabtu (18/10/2025).
Fernando mengatakan tingkat kepuasan publik tersebut juga selaras dengan tingkat kepercayaan publik atas kinerja satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
Berdasarkan hasil survei, sebanyak 80,6 persen masyarakat percaya dengan kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran, lalu 10,5 persen cukup percaya, 1,6 persen sangat percaya dan 3,5 persen masyarakat tidak percaya serta 3,8 persen yang menjawab tidak tahu atau tidak menjawab.
"Jadi tingkat kepuasan berbanding lurus dengan tingkat kepercayaan publik terhadap kinerja Prabowo-Gibran dalam satu tahun pemerintahan sehingga kalau diakumulasikan dari yang cukup percaya/percaya/sangat percaya kondisinya sebesar 92,7 persen," ungkap Fernando.
Fernando mengatakan mayoritas publik rata-rata puas dengan kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran di bidang hukum dan pertahanan; keuangan dan ekonomi; sosial dan politik; serta pemberantasan korupsi.
Dalam bidang hukum dan pertahanan, sebanyak 75,6 persen publik puas, lalu 5,6 persen publik sangat puas, 13,2 persen cukup puas, 1,9 persen tidak puas dan 3,7 persen menjawab tidak tahu atau tidak jawab.
Lalu, sebanyak 73,5 persen publik puas dengan kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran di bidang keuangan dan ekonomi, 2,7 persen sangat puas, 19 persen cukup puas dan 4,1 persen tidak puas, lalu sisanya menjawab tidak tahu atau tidak menjawab.
Begitu pula di sosial dan politik, sebanyak 72,2 persen publik puas, lalu 3,6 persen publik sangat puas, 10,5 persen cukup puas, 7,9 persen tidak puas dan 5,8 persen menjawab tidak tahu atau tidak jawab.
Kemudian sebanyak 81,1 persen publik puas dengan kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran di bidang pemberantasan korupsi, 5,9 persen sangat puas, 2,1 persen cukup puas dan 4,1 persen tidak puas, lalu sisanya menjawab tidak tahu atau tidak menjawab.
Fernando mengatakan tingkat kepuasan publik ini juga dipengaruhi juga mulai terealisasi program-program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran seperti Makan Bergizi Gratis, 3 juta rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah, PPN 12 persen untuk barang mewah serta subsidi untuk ojek online.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20251004-Menag-Republik-Indonesia-Prof-Nasaruddin-Umar.jpg)