Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Nasib Wakil Bupati Sinjai usai Soroti Kebijakan Efisiensi Prabowo, Gerindra Ingatkan Loyalitas

Fachriandi menilai, pemerintah daerah seharusnya tidak menyampaikan keluhan secara terbuka di ruang publik.

Tayang:
Penulis: Muh Ainun Taqwa | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
SINGGUNG PRABOWO - Wakil Bupati Sinjai, Andi Mahyanto dan Presiden Prabowo. Gerindra menanggapi sorotan Andi Mahyanto terkait kebijakan efisiensi anggaran Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SINJAI— Pernyataan Wakil Bupati Sinjai, Andi Mahyanto Mazda, soal kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat berbuntut respons keras dari internal partai pengusung Presiden.

Ketua DPC Gerindra Sinjai, Fachriandi Matoa, menanggapi sorotan Andi Mahyanto terkait kebijakan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Fachriandi menilai, pemerintah daerah seharusnya tidak menyampaikan keluhan secara terbuka di ruang publik.

Ia menyarankan agar fokus diarahkan pada penguatan fiskal daerah dan inovasi pembangunan.

Menurutnya, seluruh mekanisme penyelenggaraan pemerintahan, termasuk pengelolaan keuangan, telah melalui kajian matang dari pemerintah pusat.

“Pemerintah daerah seharusnya mengoptimalkan kemampuan fiskal yang ada dengan memprioritaskan program yang wajib dan tidak bisa ditunda,” kata Fachriandi kepada Tribun-Timur, Selasa (5/5/2026).

WABUP SINJAI - Ketua DPC Gerindra Sinjai, Fachriandi Matoa (kiri) dan Wakil Bupati Sinjai, Andi Mahyanto (kanan). Fachriandi angkat bicara kritikan Andi Mahyanto soal efisiensi anggaran kepada Pemerintah Pusat (dok. Ist)
WABUP SINJAI - Ketua DPC Gerindra Sinjai, Fachriandi Matoa (kiri) dan Wakil Bupati Sinjai, Andi Mahyanto (kanan). Fachriandi angkat bicara kritikan Andi Mahyanto soal efisiensi anggaran kepada Pemerintah Pusat (dok. Ist) (Tribun-timur.com)

Ia menekankan pentingnya efisiensi dan efektivitas penggunaan anggaran.

Selain itu, ia juga mendorong pemerintah daerah untuk lebih kreatif dalam menggali potensi pendapatan.

Fachriandi menyebut, daerah memiliki banyak sumber daya yang bisa dimaksimalkan.

Mulai dari aset daerah, barang milik daerah (BMD), hingga potensi sumber daya alam.

“Potensi ini harus dikelola secara inovatif, termasuk membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga maupun investor,” ujarnya.

Ia juga mendorong langkah intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan daerah.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu mulai mengkaji potensi baru yang selama ini belum tergarap optimal.

Di sisi lain, ia mengingatkan pentingnya komunikasi dan koordinasi antarlevel pemerintahan.

Baik dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved