Cuaca Ekstrem di Sinjai
Gelombang Tinggi dan Angin Kencang Intai Pesisir Sinjai, Warga Siaga
BMKG peringatkan gelombang 1,25–2,5 meter di perairan Sinjai, warga pesisir diminta siaga hadapi cuaca ekstrem
Penulis: Muh Ainun Taqwa | Editor: Sukmawati Ibrahim
Ringkasan Berita:
- BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi 1,25-2,5 meter di perairan Sinjai, Sulsel pada 13-16 Februari 2026.
- Angin bertiup 8-30 knot dari Barat Daya-Barat Laut. BPBD Sinjai mengingatkan nelayan dan pengguna transportasi laut untuk waspada dan menunda pelayaran jika cuaca tidak mendukung.
- Bupati Ratnawati Arif menegaskan keselamatan jiwa harus diutamakan, dengan koordinasi lintas instansi untuk kesiapsiagaan.
TRIBUN-TIMUR.COM, SINJAI - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) keluarkan peringatan dini terkait potensi tinggi gelombang di perairan Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.
Peringatan tersebut berlaku pada 13 hingga 16 Februari 2026 dengan tinggi gelombang diperkirakan mencapai 1,25 meter hingga 2,5 meter di perairan Sinjai.
Dalam informasi yang dirilis, arah angin diperkirakan bertiup dari Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan berkisar antara 8 hingga 30 knot.
Analis Kebencanaan BPBD Sinjai, Andi Octave mengatakan kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran.
“Cuaca buruk berpotensi bahayakan aktivitas kapal nelayan dan perahu berukuran kecil yang beroperasi di sekitar perairan Sinjai,” kata Andi Octave yang ditemui di Pos BPBD Sinjai, Jumat (13/2/2026).
Pos BPBD Sinjai berada di Jl Bhayangkara, Kelurahan Bongki, Kecamatan Sinjai Utara.
Tepat di belakang kantor Bupati lama.
Baca juga: Cerita Mistis Sopir Ambulans RSUD Sinjai, Mobil Mati Mendadak hingga Tangisan di Kamar Jenazah
Andi Octave yang mengenakan kemeja hijau tua mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem.
“Pengguna jasa transportasi laut diminta untuk selalu memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG sebelum melakukan pelayaran,” katanya.
Selain itu, masyarakat diimbau menunda keberangkatan apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan.
“Jangan sekali kali memaksakan diri untuk melaut jika cuaca tidak mendukung demi keselamatan,” ujarnya.
Khusus bagi nelayan tradisional kata Andi Octave peringatan diberikan agar lebih waspada saat kecepatan angin melebihi 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.
“Risiko kecelakaan laut dapat meningkat apabila perahu dipaksakan berlayar dalam kondisi angin kencang dan gelombang tinggi,” katanya.
Bupati Sinjai, Ratnawati Arif menegaskan pentingnya mengutamakan keselamatan jiwa dalam beraktivitas.
“Warga yang bermukim di wilayah pesisir untuk tetap siaga terhadap potensi angin kencang, hujan deras, gelombang tinggi, serta arus laut yang kuat,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-13-feb-bpbd-sinjai.jpg)