Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Jurnalis Diteror

Jurnalis Sinjai Dihadang OTK Usai Liput Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (11/04/2026) sekitar pukul 10.00 WITA, usai korban melakukan peliputan di SPBU Alenangka

Tayang:
Penulis: Muh Ainun Taqwa | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com
Kolase foto Ketua SMSI Sinjai, Nurzaman Razaq dan Jurnalis Sinjai, Zaid. Seorang jurnalis di Kabupaten Sinjai, diduga mengalami intimidasi oleh orang tak dikenal (OTK) usai melakukan peliputan terkait aktivitas pelansiran BBM subsidi 

TRIBUN-TIMUR.COM, SINJAI— Seorang jurnalis di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, diduga mengalami intimidasi oleh orang tak dikenal (OTK) usai melakukan peliputan terkait aktivitas pelansiran BBM subsidi.

Korban diketahui bernama Muh Said Mattoreang, yang juga menjabat sebagai Bendahara DPD Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO) Kabupaten Sinjai.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (11/04/2026) sekitar pukul 10.00 WITA, usai korban melakukan peliputan di SPBU Alenangka.

SPBU ini berada di Desa Alenangka, Kecamatan Sinjai Selatan berjarak 22 kilometer dari Ibu Kota Sinjai dengan waktu tempuh 22 menit.

Saat itu, korban mengangkat laporan masyarakat terkait keluhan sulitnya mendapatkan BBM subsidi jenis Pertalite.

Sejumlah warga mengeluhkan panjangnya antrean di SPBU yang didominasi oleh pelangsir, sehingga pengguna pribadi kerap tidak kebagian.

Sebelum mempublikasikan berita, korban telah melakukan konfirmasi kepada pihak manajemen SPBU.

“Pengelola SPBU Alenangka, Nurman telah beberapa kali mengingatkan terkait kondisi tersebut, namun belum mendapat respons yang maksimal,” kata Said kepada Tribun-Timur, Minggu (12/4/2026).

Usai berita dipublikasikan, korban mengaku mendapat komplain dari sejumlah pihak yang mempertanyakan fokus pemberitaan.

Korban pun menjelaskan bahwa berita yang ditulis berdasarkan laporan masyarakat serta hasil investigasi lapangan.

Setelah melakukan peliputan dan mengambil gambar di lokasi, korban kemudian meninggalkan SPBU.

Namun, sekitar tiga kilometer dari lokasi, korban mengaku tiba-tiba dihadang oleh sejumlah orang tak dikenal.

“Setelah saya tinggalkan SPBU, saya tiba tiba dihadang sekitar delapan orang dan menggunakan sepeda motor,” ujarnya. 

Mereka mempertanyakan pemberitaan yang diangkat korban, khususnya terkait BBM jenis solar.

Situasi kemudian memanas ketika beberapa orang mendatangi korban dan mengelilinginya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved