Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Energi Terbarukan

Pemuda Sinjai Sulap Kotoran Sapi Jadi Pengganti Gas Elpiji, Kini Dimanfaatkan 8 Rumah Tangga

Inovasi itu dirintis Awaluddin melalui Yayasan Peduli Bangsa mulai Desember 2025 dan kini sudah berjalan dengan baik.

Penulis: Muh Ainun Taqwa | Editor: Alfian
Tribun-timur.com/Muh Ainun Taqwa
ENERGI TERBARUKAN - Kolase foto Awaludin (kiri) dan Rostina penerima manfaat program biogas yang ditemui Tribun-Timur.com, Kamis (8/1/2026). Awaludin berhasil membuat inovasi biogas mengantikan gas elpiji untuk memasak sehari-hari. 

Ringkasan Berita:
  • Kampung energi hasil gagasan Awaluddin Adil menghadirkan inovasi berupa biogas dan kini diterima manfaatnya oleh masyarakat yang bermukim di Dusun Bakae, Desa Saukang.
  • Inovasi itu dirintis Awaluddin melalui Yayasan Peduli Bangsa mulai Desember 2025 dan kini sudah berjalan dengan baik.

 

TRIBUN-TIMUR.COM, SINJAI - “Sudah delapan rumah memanfaatkan biogas untuk memasak sehari-hari,” kata Awaluddin Adil kepada Tribun-Timur.com, Kamis (8/1/2026).

Awaluddin pria berusia 48 tahun ini menggagas kampung energi di Desa Saukang, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

Kampung energi itu menghadirkan inovasi berupa biogas dan kini diterima manfaatnya oleh masyarakat yang bermukim di Dusun Bakae, Desa Saukang.

Desa Saukang berjarak 6 kilometer dari Ibu Kota Sinjai.

Awaluddin memanfaatkan kotoran sapi sebagai sumber energi alternatif untuk kebutuhan rumah tangga.

Inovasi itu dirintis Awaluddin melalui Yayasan Peduli Bangsa mulai Desember 2025 dan kini sudah berjalan dengan baik.

Awaluddin menjabat sebagai Direktur Yayasan Peduli Bangsa.

Tercatat sudah delapan rumah yang menikmati biogas pengganti gas elpiji.

Awal berkomitmen untuk mengembangkan inovasi ini.

“Insya Allah ke depan kita target sampai 20 rumah warga,” ujarnya saat ditemui di lokasi pengelolaan biogas.

Baca juga: Biogas hingga Pupuk Organik: Langkah UNM Bangun Desa Mandiri Energi di Bulukumba

Proses pembangunan program biogas itu berawal dari bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) PLN.

Yayasan Peduli Bangsa mendapat dana CSR Rp200 juta.

Awal kemudian membangun lokasi pengelolaan biogas di tanah pribadinya di Dusun Bakae.

Untuk mempermudah proses pengolahan, Awal juga menyiapkan kandang sapi kapasitas 10 ekor yang dimanfaatkan oleh warga.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved