DDI As-Salman Sidrap Buka Pendaftaran Santri Baru, Pertahankan Tradisi Kitab Kuning
Ponpes DDI As-Salman berupaya menjaga tradisi keilmuan Islam sembari menyesuaikan diri kebutuhan zaman
Penulis: Hardiyanti Kamaluddin | Editor: Ari Maryadi
Selain itu, tersedia dua pilihan infaq bulanan.
Untuk santri yang menggunakan layanan kantin pesantren dikenakan biaya Rp600 ribu per bulan.
Sedangkan santri yang tidak menggunakan layanan kantin dikenakan biaya Rp300 ribu per bulan.
Pesantren juga menetapkan biaya pengadaan kitab kuning sebesar Rp600 ribu.
Pembina Pondok Pesantren DDI As-Salman, Asri, mengatakan keunggulan pesantren tidak hanya terletak pada program tahfiz Al-Qur'an, tetapi juga pembelajaran kitab kuning yang masih menjadi bagian penting dalam kurikulum pendidikan.
"Di pesantren ini, santri tidak hanya belajar ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum. Mereka juga dibina agar memiliki kemandirian, kedisiplinan, serta kemampuan beradaptasi ketika terjun ke tengah masyarakat," ujarnya kepada Tribun-Timur.com, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, kehidupan di pesantren dirancang untuk membentuk karakter santri yang tangguh dan bertanggung jawab.
Selain mengikuti pembelajaran di kelas, para santri juga menjalani berbagai aktivitas kepesantrenan.
Mulai dari salat berjamaah, pembelajaran Al-Qur'an, kajian kitab kuning, hingga kegiatan pengembangan diri.
"Kami ingin mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan mandiri. Karena itu, pendidikan di pesantren tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan keterampilan hidup," katanya.
Saat ini, jumlah santri DDI As-Salman mencapai 167 orang.
Sebanyak 122 santri berada di jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs).
Sementara 45 santri lainnya menempuh pendidikan di jenjang Madrasah Aliyah (MA).
Untuk mendukung pengembangan minat dan bakat, pesantren juga menyediakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler.
Di antaranya futsal, seni tari, dan sejumlah kegiatan lainnya.
| Di Tengah Gelombang Demo Nasional, Sidrap Masih Kondusif |
|
|---|
| Ganra FC Soppeng Kalah WO, Bone FC Melaju ke 16 Besar Sidrap Cup Tanpa Bertanding |
|
|---|
| Pemain PSM Makassar, PSIM hingga Borneo FC Merumput di Sidrap Cup |
|
|---|
| Harga Emas Batangan Galeri 24 Turun, Pegadaian Sidrap: Besok Bisa Naik Lagi |
|
|---|
| SMP Negeri 1 Pangsid Jadi Sekolah Favorit di Sidrap, 320 Siswa Baru Isi 10 Rombel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260615-Pembina-Pondok-Pesantren-DDI-As-Salman.jpg)