BBM Langka
SPBU Tanete Sidrap Pastikan Stok Pertalite Aman, Pasokan Capai 16 Ribu Liter per Hari
Perjalanan menuju wilayah tersebut melalui jalur darat umumnya ditempuh sekitar 3,5 hingga 4 jam, bergantung pada kondisi lalu lintas.
Penulis: Hardiyanti Kamaluddin | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM, SIDRAP — Stok Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di SPBU Desa Tanete, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang (sidrap), Sulawesi Selatan masih aman.
Tanete berada di Kecamatan Maritengngae, sekitar 180 kilometer di sebelah utara Kota Makassar.
Perjalanan menuju wilayah tersebut melalui jalur darat umumnya ditempuh sekitar 3,5 hingga 4 jam, bergantung pada kondisi lalu lintas.
Pengawas SPBU, Muhammad Fahri Rahman, mengatakan hingga saat ini distribusi BBM dari Pertamina berjalan normal tanpa kendala keterlambatan pasokan maupun kekosongan stok.
"Proses pengiriman sampai sekarang masih berjalan normal. Tidak ada keterlambatan distribusi, apalagi sampai kehabisan stok. Persediaan BBM masih cukup dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan seperti biasa," ujar Fahri saat ditemui Tribun-Timur.com di kantornya, Senin (15/6/2026).
Ia menjelaskan, SPBU Tanete setiap hari menerima pasokan BBM antara delapan hingga 16 ton.
Delapan ton setara 8.000 liter. 16 ton, sekitar 16.000 liter.
Untuk penyaluran Pertalite, pihak SPBU tetap menerapkan aturan sesuai program subsidi tepat sasaran.
Setiap kendaraan hanya dapat melakukan pengisian sesuai kuota tercantum dalam barcode atau data yang terdaftar pada sistem Pertamina.
"Pengisian mengikuti ketentuan yang berlaku. Untuk kendaraan roda empat, maksimal sesuai kuota yang tertera pada barcode, yakni hingga 50 liter per kendaraan," jelasnya.
Dari pantauan Tribun-Timur.com di lokasi, aktivitas pengisian BBM berlangsung lancar.
Tidak terlihat antrean panjang maupun penumpukan kendaraan yang biasanya terjadi saat pasokan BBM mengalami gangguan.
Meski demikian, antrean truk yang menunggu pengisian solar masih menjadi perhatian.
Sejumlah kendaraan terlihat memanfaatkan bahu jalan di sekitar SPBU untuk menunggu ketersediaan solar, sehingga berpotensi mengganggu arus kendaraan yang keluar-masuk lokasi.
"Kalau truk-truk itu sebenarnya tidak diperbolehkan antre sampai menggunakan bahu jalan karena bisa mengganggu kenyamanan dan akses kendaraan lain yang ingin mengisi BBM. Namun kondisi seperti ini memang sudah cukup lama terjadi," kata Fahri.
| Antrean Pertalite di SPBU, Sekda Sulsel Minta Pertamina Jamin Distribusi BBM |
|
|---|
| Solar Langka dan Harga Eceran Rp20 Ribu, Nelayan Bontoa Maros Tak Melaut |
|
|---|
| Truk dan Bus 'Kepung' Makassar, Kemacetan Tak Terhindarkan Akibat Antrean BBM |
|
|---|
| SPBU di Jl Pettarani Makassar Padat, Kendaraan Mengular hingga Jalan Raya |
|
|---|
| Bupati Sinjai Sidak SPBU Lita, Pastikan Pasokan BBM Aman |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/BBM-LANGKA-Muhammad-Fahri-Rahman-Pengawas-Pertamina-Desa-Tanet.jpg)