Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Belanja Pegawai Lampaui Batas, Sidrap Absen Buka Pendaftaran CPNS 2026

Ia menjelaskan, porsi belanja pegawai di Kabupaten Sidrap saat ini telah mencapai sekitar 46 persen dari total APBD.

Tayang:
Penulis: Hardiyanti Kamaluddin | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/Hardiyanti Kamaluddin
CPNS 2026 - Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi Kepegawaian BKPSDM Kabupaten Sidrap, Irwan, saat ditemui di Kantor BKPSDM Sidrap, Kelurahan Batulappa, Kecamatan Watang Pulu, Rabu (10/6/2026). Formasi CPNS tidak dibuka untuk tahun ini disebabkan tingginya belanja pegawai yakni mencapai 46 persen dari kebijakan pemerintah pusat 30 persen.  

TRIBUN-TIMUR.COM, SIDRAP — Pemerintah Kabupaten Sidrap dipastikan tidak membuka formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada tahun 2026.

Kepastian tersebut disampaikan Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi Kepegawaian BKPSDM Kabupaten Sidrap, Irwan, saat ditemui di Kantor BKPSDM Sidrap, Kelurahan Batulappa, Kecamatan Watang Pulu, Rabu (10/6/2026).

"Tahun ini kami tidak mengusul karena belanja pegawai di Sidrap sudah melewati 30 persen," kata Irwan.

Ia menjelaskan, porsi belanja pegawai di Kabupaten Sidrap saat ini telah mencapai sekitar 46 persen dari total APBD.

Angka tersebut berada di atas batas maksimal yang menjadi acuan pemerintah pusat.

Olehnya, Pemkab Sidrap belum dapat mengusulkan kebutuhan formasi CPNS baru tahun ini.

Kondisi tersebut membuat masyarakat yang menantikan pembukaan seleksi CPNS harus menunda harapannya.

Pasalnya, setiap tahun seleksi CPNS selalu menjadi salah satu peluang kerja yang paling diminati karena menawarkan kepastian karier, penghasilan tetap, berbagai tunjangan, hingga jaminan pensiun.

Meski tidak membuka formasi pada tahun 2026, kebutuhan pegawai di sejumlah sektor masih menjadi perhatian pemerintah daerah.

Pada seleksi tahun sebelumnya, formasi tenaga kesehatan menjadi salah satu yang paling banyak diminati pelamar.

Irwan menyebutkan, terdapat 36 formasi tenaga kesehatan yang dibuka dan mendapat respons tinggi dari masyarakat.

Selain itu, formasi tenaga teknis juga mengalami peningkatan dengan jumlah 76 formasi.

Namun, tidak semua formasi berhasil terisi.

Formasi dokter spesialis menjadi yang paling minim peminat.

Dari enam formasi yang tersedia, hanya satu formasi yang berhasil terisi.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved