Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sidrap Sukses Kendalikan Harga Telur, Amran Dorong Daerah Lain Meniru Pemerintahan Syahar

Syaharuddin memaparkan berbagai langkah dilakukan pemerintah daerah menjaga harga telur

Tayang:
Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com
TELUR - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menerima kunjungan peternak petelur nasional bersama Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif di Jakarta Selasa (9/6/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Syaharuddin memaparkan berbagai langkah yang dilakukan pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan harga telur di tengah fluktuasi pasar
  • Salah satu strategi utama yang diterapkan yakni membangun komunikasi rutin antara peternak dan pedagang melalui pertemuan berkala yang difasilitasi pemerintah daerah

 

TRIBUN-TIMUR.COM, SIDRAP — Upaya Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menjaga stabilitas harga telur mendapat perhatian khusus dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Model pengendalian harga yang diterapkan Sidrap bahkan dinilai layak dijadikan contoh bagi daerah sentra produksi telur lainnya di Indonesia karena mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan peternak, pedagang, dan konsumen.

Apresiasi tersebut disampaikan Amran saat menerima kunjungan peternak petelur nasional bersama Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif.

Dalam forum itu, Syaharuddin memaparkan berbagai langkah yang dilakukan pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan harga telur di tengah fluktuasi pasar.

Menurut Syaharuddin, Sidrap merupakan salah satu daerah penghasil telur terbesar di Indonesia Timur dengan populasi ayam petelur mencapai sekitar 6 juta ekor dari total sekitar 20 juta ekor populasi ayam petelur di Sulawesi Selatan.

Ia menjelaskan, salah satu strategi utama yang diterapkan yakni membangun komunikasi rutin antara peternak dan pedagang melalui pertemuan berkala yang difasilitasi pemerintah daerah.

Pertemuan tersebut digelar dua kali dalam sepekan, yakni setiap malam Rabu dan malam Sabtu, guna menyepakati harga telur yang akan berlaku di pasaran.

“Harga ditetapkan bersama antara peternak kecil, menengah, besar dan para pedagang. Setelah disepakati, harga tersebut dipublikasikan melalui media sosial, videotron, dan berbagai saluran informasi lainnya sehingga menjadi acuan harga di wilayah Indonesia Timur,” ujar Syaharuddin.

Menurutnya, pola komunikasi dan kesepakatan harga tersebut telah berjalan lebih dari satu tahun dan terbukti mampu menciptakan iklim usaha yang lebih sehat di sektor peternakan telur.

“Selama kurang lebih satu tahun empat bulan, peternak untung dan pedagang juga untung. Memang belakangan serapan sedikit menurun, tetapi kami terus melakukan evaluasi dan rapat rutin agar harga tetap stabil,” jelasnya.

Syaharuddin menambahkan, koordinasi intensif dengan pemerintah pusat, khususnya Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, juga terus dilakukan guna memastikan kondisi pasar telur di kawasan Indonesia Timur tetap terkendali dan tidak mengalami gejolak harga yang signifikan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai langkah yang diterapkan Pemkab Sidrap menunjukkan praktik tata kelola pasar yang baik dan berpihak pada keberlanjutan usaha peternak rakyat.

“Sidrap adalah salah satu contoh positif yang bisa diadopsi oleh daerah-daerah lain yang menjadi sentra produksi telur,” kata Amran.

Dalam kesempatan tersebut, Amran juga memaparkan sejumlah langkah pemerintah untuk melindungi peternak petelur nasional dari tekanan harga di tingkat produsen.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved