Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Syahar Minta Anggaran ke BNPB Rp15,4 Miliar Perbaiki Jembatan Botto Sidrap

Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, memimpin rapat bersama BNPB melalui aplikasi zoom, Senin (25/5/2026).

Tayang:
Penulis: Hardiyanti Kamaluddin | Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/Ist
JEMBATAN RUSAK - Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif saat rapat bersama BNPB melalui aplikasi zoom, Senin (25/5/2026). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidrap meminta anggaran Rp15,45 miliar memperbaiki Jembatan Botto 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Kabupaten Sidrap mengusulkan anggaran Rp15,45 miliar ke BNPB RI untuk rekonstruksi Jembatan Botto di Desa Bulu Cenrana, Kecamatan Pitu Riawa. 
  • Jembatan sepanjang 80 meter dengan lebar 5 meter itu ambruk diterjang banjir pada 3 Mei 2026. 
  • Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif berharap bantuan hibah segera terealisasi karena jembatan tersebut menjadi akses vital penghubung Kecamatan Pitu Riawa dan Pitu Riase.

TRIBUN-TIMUR.COM, SIDRAP —Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidrap meminta anggaran Rp15,45 miliar memperbaiki Jembatan Botto di Desa Bulu Cenrana, Kecamatan Pitu Riawa.

Jembatan Botto ambruk diterjang banjir, Minggu (3/5/2026).

Usulan anggaran disampaikan kepada Direktorat Perencanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB RI.

Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, memimpin rapat bersama BNPB melalui aplikasi zoom, Senin (25/5/2026).

Hadir Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Sulawesi Selatan, Hasanuddin.

Rapat koordinasi dibuka Analis Kebencanaan Ahli Madya BNPB, Erwin.

Baca juga: Pasar Rakyat Batulappa Terbengkalai, Pemkab Sidrap Bakal Jadikan Pasar Hobi

Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif mengatakan, jembatan rusak sepanjang 80 meter dengan lebar 5 meter.

Jembatan ini merupakan akses penghubung antara Kecamatan Pitu Riawa dan Kecamatan Pitu Riase.

Sekaligus jalur distribusi hasil pertanian masyarakat.

“Kami sangat berharap dukungan hibah dari BNPB agar rekonstruksi ini dapat segera terealisasi," ujar Syaharuddin Alrif.

Kawasan ini merupakan salah satu lumbung pangan nasional yang produktivitasnya sangat bergantung pada konektivitas transportasi untuk mobilitas hasil komoditas padi dan jagung.

Pemkab Sidrap bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah menyiapkan jembatan darurat.

Namun hanya mampu dilalui kendaraan dengan tonase maksimal empat ton.

Syaharuddin menegaskan kesiapan Pemkab Sidrap melengkapi dokumen teknis, memperbarui data pendukung, serta mengikuti seluruh tahapan verifikasi lapangan yang ditetapkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Kami siap mengikuti seluruh proses lanjutan agar bantuan hibah ini tepat sasaran, memberi dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi, dan mempercepat kesejahteraan masyarakat,” tutup Syaharuddin.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved