Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Harga Material Naik, Begini Usaha Paving Blok Rumahan Tetap Bertahan di Sidrap

Rian juga mengatakan permintaan paving blok datang dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan

Tayang:
Penulis: Hardiyanti Kamaluddin | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Hardiyanti Kamaluddin
INDUSTRIAL RUMAHAN- Pekerja mencampur semen dan pasir untuk membuat paving blok yang dilakukan di Desa Allakkuang, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap, Kamis (14/5/2026). Permintaan paving blok dari berbagai daerah membuat tenaga kerja harus ekstra kerja dengan menghasilkan seribu paving blok dalam sehari. 

Ringkasan Berita:
  • Para pelaku usaha paving blok berharap produksi tetap berjalan stabil agar penghasilan pekerja tidak terdampak
  • Pengusaha saat ini menghadapi tantangan kenaikan harga semen dan bahan baku lainnya
  • Salah satu usaha paving blok yang masih bertahan ada di Desa Allakkuang, Kecamatan Maritengngae

 

TRIBUN-TIMUR.COM, SIDRAP — Usaha paving blok rumahan di Desa Allakkuang, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap tetap bertahan di tengah kenaikan harga material bangunan, Kamis (14/5/2026).

Desa Allakkuang dikenal sebagai salah satu desa industrial di Kabupaten Sidrap.

Karena banyak menghasilkan produk berbahan alam, seperti cobek-cobek, batu nisan, hingga paving blok dan batako.

Meski menggunakan peralatan sederhana dan proses produksi manual.

Para pengrajin tetap mampu memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.

Salah seorang pengrajin mengaku mampu memproduksi sekitar seribu paving blok dalam sehari bersama para pekerja lainnya.

“Biasanya saya bersama keempat teman ditargetkan harus menyelesaikan seribu paving blok dalam sehari. Karena permintaan pasar yang terus meningkat,” kata Rian.

Rian juga mengatakan permintaan datang dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.

“Permintaan ada dari Makassar, Bone, dan Soppeng,” tambahnya.

Aktivitas produksi dimulai sejak pagi hari dengan mencampur semen dan pasir.

Lalu mencetak paving dalam mesin satu per satu sebelum dijemur di bawah terik matahari.

Pekerjaan tersebut membutuhkan tenaga ekstra karena seluruh proses masih mengandalkan tenaga manusia.

Di balik debu semen dan panas matahari, usaha kecil itu menjadi sumber penghasilan bagi sejumlah keluarga di desa tersebut.

Selain pemilik usaha, industri paving blok rumahan juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar dan berbagai daerah yang kebanyakan dari kalangan anak muda.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved