Didatangkan dari Sulbar hingga NTT, Harga Kambing di Sidrap Naik
Kenaikan harga dipicu biaya akomodasi dan transportasi pengiriman kambing ke Sidrap dari sejumlah daerah pemasok.
Penulis: Hardiyanti Kamaluddin | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM, SIDRAP – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, harga kambing kurban di Kabupaten Sidrap mulai mengalami kenaikan, Minggu (3/5/2026).
Kenaikan harga dipicu biaya akomodasi dan transportasi pengiriman kambing ke Sidrap dari sejumlah daerah pemasok.
Beberapa kambing didatangkan dari Wonomulyo, Sulawesi Barat, Kabupaten Enrekang, bahkan ada pula yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT).
Jarak pengiriman yang cukup jauh membuat biaya operasional ikut meningkat.
Selain itu, kenaikan harga juga dipengaruhi meningkatnya permintaan masyarakat yang mulai mencari hewan kurban sejak awal bulan Zulhijah.
Sejumlah pedagang hewan kurban di Sidrap mengaku harga kambing saat ini lebih tinggi dibandingkan hari biasa.
Kenaikan harga bervariasi.
Tergantung ukuran tubuh, usia, jenis kelamin, serta kondisi kesehatan hewan.
Kambing betina umumnya dijual dengan harga lebih murah dibanding kambing jantan.
Sementara kambing jantan lebih banyak diminati pembeli untuk keperluan kurban.
Seorang pedagang kambing di Sidrap, Rustam, mengatakan harga kambing saat ini dijual mulai Rp1,3 juta per ekor untuk ukuran kecil.
Sedangkan kambing ukuran sedang dijual sekitar Rp2 juta per ekor.
Adapun kambing ukuran besar dibanderol mulai Rp4 juta hingga Rp5 juta per ekor, tergantung bobot dan kualitas hewan.
“Kalau mendekati Idul Adha memang biasa naik. Sekarang pembeli sudah mulai ramai datang melihat-lihat dan memesan,” ujar Rustam.
Rustam yang memiliki sekitar 50 ekor kambing mengaku stok hewan kurban tahun ini cukup banyak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Sidrap.
Namun ia memperkirakan harga masih berpotensi naik jika permintaan terus meningkat mendekati hari raya.
“Kambing kecil Rp1,3 juta, ukuran sedang Rp2 juta, dan yang paling besar Rp4 juta sampai Rp5 juta. Biasanya semakin dekat Idul Adha, pembeli makin ramai,” jelasnya.
Menurutnya, sebagian warga memilih membeli lebih awal agar mendapatkan harga yang lebih terjangkau serta pilihan hewan yang masih banyak.
Selain harga, pembeli juga diimbau memperhatikan kondisi kesehatan kambing sebelum membeli.
Hewan kurban sebaiknya sehat, lincah, tidak cacat, dan telah memenuhi syarat umur sesuai ketentuan syariat Islam.
Para pedagang berharap penjualan kambing tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya.
Seiring tingginya antusiasme masyarakat untuk menunaikan ibadah kurban pada Hari Raya Idul Adha (*)
Laporan Reporter TribunSidrap: Hardiyanti Kamaluddin
| Monumen Ganggawa Ikon Sidrap Tak Terurus, UMKM Mengeluh Pendapatan Turun |
|
|---|
| Dulu Hama Kini Jadi Cuan, Pemkab Sidrap Gercep Uruskan Hak Paten Ikan Sapu-sapu |
|
|---|
| MTsN 2 Sidrap Cup VIII 2026 Resmi Dibuka, Wadah Pengembangan Bakat dan Silaturahmi Siswa SD |
|
|---|
| Nasib Oknum Polda Sulteng Usai '86' Rp600 Juta Passobis Sidrap, Propam Turun Tangan |
|
|---|
| Ditinggal Mati Suami, Kisah Parida Bangun Usaha Penggilingan demi Anak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/HARGA-KAMBING-Menjelang-Hari-Raya-Idul-Adha-1447-Hijriah.jpg)