Monumen Ganggawa Ikon Sidrap Tak Terurus, UMKM Mengeluh Pendapatan Turun
Akibat kondisi tersebut, jumlah kunjungan masyarakat disebut terus menurun dari tahun ke tahun.
Penulis: Hardiyanti Kamaluddin | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM, SIDRAP – Kondisi kawasan Monumen Ganggawa (Mogan), Kabupaten Sidrap, mulai dikeluhkan para pemilik kafe yang berjualan di sekitar lokasi tersebut, Minggu (3/5/2026).
Monumen dikenal sebagai salah satu ikon daerah dan tempat bersantai masyarakat itu tak terawat lagi.
Sejumlah fasilitas umum tampak rusak, area taman terlihat tidak terurus.
Serta beberapa titik dipenuhi genangan air saat hujan turun.
Akibat kondisi tersebut, jumlah kunjungan masyarakat disebut terus menurun dari tahun ke tahun.
Para pelaku usaha kecil yang menggantungkan pendapatan dari ramainya pengunjung pun ikut terdampak.
Fasilitas umum yang seharusnya menjadi taman rekreasi bagi keluarga justru tampak terbengkalai.
Beberapa sarana bermain anak terlihat rusak.
Sementara tanah di sekitar taman becek yang menandakan sistem drainase kurang baik.
Kondisi ini dinilai mengurangi kenyamanan pengunjung.
Bahkan berpotensi membahayakan anak-anak yang datang bermain.
Warga dan pedagang berharap pemerintah daerah segera melakukan pembenahan.
Mulai dari memperbaiki fasilitas bermain dan menata kebersihan kawasan
Hingga memperbaiki saluran drainase agar tidak lagi menimbulkan genangan air saat musim hujan.
Keluhan juga datang dari para pemilik kafe yang berjualan di kawasan Monumen Ganggawa.
Mereka mengaku pendapatan harian kini tidak menentu.
Bahkan cenderung menurun seiring berkurangnya jumlah pengunjung.
Salah seorang pemilik usaha, Eci, menyampaikan kekecewaannya terhadap minimnya perhatian terhadap kawasan tersebut.
“Sudah lama kami para penjual tidak melihat dan merasakan adanya bantuan dari pemerintah terkait sarana dan prasarana,” kata Eci, pemilik Cafe Citra di kawasan Monumen Ganggawa.
Menurutnya, para pelaku usaha sempat didata untuk menerima bantuan dari Dinas Koperasi.
Namun hingga kini, bantuan yang dijanjikan belum juga terealisasi.
Pemerintah hanya memberikan ilusi ke para pelaku usaha UMKM.
“Kami sudah beberapa kali didata. Katanya akan ada bantuan untuk perawatan usaha, tapi sampai sekarang belum ada. Semuanya pakai dana pribadi,” ujarnya.
Ia mengaku tetap berupaya mempercantik tempat usahanya agar pengunjung merasa nyaman.
Namun, keterbatasan modal membuat upaya tersebut tidak maksimal.
Jika tidak dibarengi dukungan pemerintah dan penataan kawasan secara menyeluruh.
“Saya benahi sendiri kafe saya supaya pengunjung nyaman. Tapi kalau kawasan sekitarnya tidak dibenahi, tetap saja sepi,” tambahnya.
Para pedagang berharap Pemerintah Kabupaten Sidrap tidak hanya melakukan pendataan.
Tetapi juga menghadirkan langkah nyata melalui bantuan usaha.
Juga penataan lapak UMKM, serta kegiatan hiburan atau event rutin.
Agar Monumen Ganggawa kembali ramai dikunjungi masyarakat.
Jika pembenahan dilakukan secara serius dan berkelanjutan.
Monumen Ganggawa dinilai berpotensi kembali menjadi ruang publik favorit warga Sidrap.
Sekaligus menggerakkan perekonomian para pedagang kecil di sekitarnya (*)
Laporan Reporter Tribun-Sidrap: Hardiyanti Kamaluddin
| Dulu Hama Kini Jadi Cuan, Pemkab Sidrap Gercep Uruskan Hak Paten Ikan Sapu-sapu |
|
|---|
| MTsN 2 Sidrap Cup VIII 2026 Resmi Dibuka, Wadah Pengembangan Bakat dan Silaturahmi Siswa SD |
|
|---|
| Nasib Oknum Polda Sulteng Usai '86' Rp600 Juta Passobis Sidrap, Propam Turun Tangan |
|
|---|
| Ditinggal Mati Suami, Kisah Parida Bangun Usaha Penggilingan demi Anak |
|
|---|
| Panen 2 Ton Sehari, Ikan Sapu-sapu Jadi Ladang Bisnis Baru di Sidrap |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/FASILITAS-RUSAK-Kondisi-kawasan-Monumen-Ganggawa-Mogan.jpg)