Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Nyawa Pendidikan di Tangan Perempuan

Perempuan hadir sebagai agen utama dalam membentuk karakter, nilai, dan kualitas generasi masa depan

Tayang:
Penulis: Hardiyanti Kamaluddin | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Hardiyanti Kamaluddin
PEREMPUAN TERDIDIK - Hari Pendidikan menjadi momentum untuk menyalakan semangat belajar. Sabtu (2/5/2026). Perempuan bisa membuktikan bahwa keberadaannya sama dengan laki-laki. Ia bisa berdaulat atas dirinya sendiri. Penting bahwa perempuan dan pendidikan adalah kesatuan yang tak terpisahkan 
Ringkasan Berita:
  • Pendidikan dan perempuan adalah kesatuan yang tak terpisahkan
  • Perempuan memiliki peran penting dalam pendidikan
  • Baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat

 

TRIBUN-TIMUR.COM, SIDRAP - Hari Pendidikan menjadi momentum untuk menyalakan semangat belajar Sabtu (2/5/2026)

Pendidikan dan perempuan adalah kesatuan yang tak terpisahkan.

Perempuan memiliki peran penting dalam pendidikan.

Baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Perempuan hadir sebagai agen utama dalam membentuk karakter, nilai, dan kualitas generasi masa depan.

Hari Pendidikan Nasional yang dirayakan tiap 2 Mei tak lepas dari peran seorang perempuan.

Contoh nyata bahwa pentingnya pendidikan bagi perempuan ialah RA Kartini.

Pelopor emansipasi perempuan yang memperjuangkan hak pendidikan bagi perempuan pribumi melalui pemikiran dan surat-suratnya.

Pendidikan berasal dari kata “didik” yang berarti memelihara, membimbing, atau melatih.

Secara istilah, pendidikan adalah proses sadar untuk membimbing dan mengembangkan potensi anak agar berilmu, berakhlak, dan berguna bagi masyarakat.

Inilah yang menjadi acuan.

Pendidikan adalah nafas panjang dalam kehidupan.

Jika ditarik dalam kehidupan keluarga dan masyarakat maka perempuan memiliki peran penting di dalamnya. 

Asma Luthfi, Mahasiswa S3 Antropologi dan Sosiologi Universiti Kebangsaan Malaysia berpandangan.

“Peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat sangat penting sebagaimana Islam memberikan pernyataan bahwa perempuan adalah Al-mar’atu imādul bilād (Perempuan adalah tiang negara) dan madrasatul ula (sekolah pertama bagi keluarganya),” katanya.

Lebih lanjut Asma menjelaskan tentang Al-mar’atu imādul bilād sebagai penegasan bahwa perempuan mampu mengkonstruk sebuah negara mencapai kesejahteraan.

Jika perempuan lemah, maka hancurlah sebuah negara.

Dan madrasatul ula sebagai penekanan bahwa perempuan merupakan akar pendidikan bagi keluarga terutama terhadap anak keturunannya.

Sehingga pendidikan bagi entitas perempuan memiliki dampak penting dan besar bagi kemajuan keluarga dan masyarakat.

Perempuan berpendidikan yang mendapatkan pengetahuan baik melalui jalur formal maupun kultur lokal merupakan penanda jelas.

Bahwa perempuan juga makhluk individual yang bukan hanya dianggap sebagai manusia kedua setelah laki-laki.

Melainkan juga memiliki kedaulatan atas dirinya sendiri dan dapat memberikan dampak terhadap kehidupan sosial dan ekonomi.

Dewasa ini sudah banyak perempuan yang menduduki peran strategis dalam dunia perekonomian.

Ini dikarenakan adanya kemandirian intelektual melalui akselerasi pendidikan yang telah dilalui.

Jadi, perempuan dan pendidikan ibaratkan senyawa yang selaras dan saling mengikat. 

Perempuan adalah cahaya pertama dalam pendidikan

Dari tangan, doa, dan ketulusannya lahir generasi berilmu, berakhlak, serta mampu membawa bangsa menuju masa depan yang lebih baik.

Reporter: Hardiyanti Kamaluddin

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved