Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sudah 4 Hari Hilang, Kakek Selayar Abdul Wahab Belum Ditemukan

Kapolsek Bontomatene Iptu Rahmat Saleh memimpin langsung operasi pencarian kakek Abdul Wahab warga Dusun Bontorikja Selayar

Tayang:
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Samsul Bahri
Kegiatan pencarian anggota Polsek Bontomatenne dan anggota SAR melakukan pencarian terhadap seorang lansia hilang di Dusun Bontorikja, Desa Tanete, Kecamatan Bontomatene, Sabtu (31/1/2026). Rencananya pencarian dilanjutkan pada besok pagi. 
Ringkasan Berita:
  • Kakek asal Selayar Abdul Wahab (70) sudah 4 hari hilang dari rumah
  • Ia meninggalkan rumahnya sejak Selasa, 27 Januari 2026 tengah malam
  • Hingga Sabtu (31/1/2026), Abdul Wahab tak kunjung ditemukan polisi dan keluarga

 

TRIBUNSELAYAR.COM, SELAYAR - Kapolsek Bontomatenne, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Iptu Rahmat Saleh ikut melakukan pencarian terhadap seorang lanjut usia, Sabtu (31/1/2026).

Warga tersebut bernama Abdul Wahab (70).

Ia merupakan warga Dusun Bontorikja, Desa Tanete, Kecamatan Bontomatene.

Ia dilaporkan hilang pada Selasa (27/1/2026) lalu dan hingga saat ini belum ditemukan.

Kapolsek Bontomatene Iptu Rahmat Saleh memimpin langsung operasi pencarian.

Anggota Polsek Bontomane bersama Tim SAR gabungan.

Menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi jalur pergerakan korban.

Kapolsek Bontomatene menyampaikan kegiatan pencarian dimulai sejak pagi hari dengan pelaksanaan apel persiapan dan pengecekan personel. 

Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya koordinasi lintas unsur serta ketelitian dalam menyisir area pencarian.

Hari ini memasuki hari keempat yang hingga saat ini belum membuahkan hasil.

“Hari ini kami pimpin langsung operasi pencarian bersama Tim SAR gabungan," katanya.

Ia menjelaskan, kekuatan personel pada hari keempat mengalami penambahan dengan keterlibatan personel Polsek Bontomatene, Basarnas Pos Selayar, petugas Binmas.

Selain itu juga peran aktif masyarakat setempat yang memahami kondisi medan. 

Untuk efektivitas pencarian, tim gabungan dibagi ke dalam empat regu dengan wilayah penyisiran yang berbeda.

Regu pertama melakukan penyisiran intensif di wilayah Alasa dengan fokus pada area perkebunan dan jalur yang sering dilalui warga. 

Selanjutnya, regu kedua menyisir wilayah Barubasa dengan memeriksa titik-titik yang dianggap rawan dan tersembunyi. 

Regu ketiga bergerak ke wilayah Tanaera untuk melakukan pencarian di area dengan vegetasi yang lebih rapat, sementara regu keempat melakukan pemantauan dan penyisiran di wilayah Tubo’dong.

Komandan Pos Basarnas Kepulauan Selayar, Ronaldhi sebelumnya menjelaskan bahwa laporan orang hilang tersebut diterima dari pihak keluarga korban pada Selasa malam. 

Mereka menerima laporan dari anak korban pada Selasa, 27 Januari 2026 sekitar pukul 23.00 Wita. 

Berdasarkan informasi awal, korban meninggalkan rumah pada Minggu siang dengan tujuan ke rumah keluarganya di Dusun Unjuruiya.

Namun tidak pernah tiba di lokasi tersebut.

Ronaldhi mengungkapkan berdasarkan keterangan warga, korban terakhir kali terlihat berada di sekitar area perkebunan Alasa, Desa Tanete, sehingga lokasi tersebut menjadi titik awal operasi pencarian.

Selanjutnya diperluas ke beberapa wilayah lain berdasarkan informasi lanjutan dari masyarakat.

Hingga berakhirnya kegiatan pencarian hari keempat, korban belum berhasil ditemukan. 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved