Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ikhsan, Messi dari Pinrang Ingin Taklukkan Turnamen Bola Junior di Malaysia

Bocah itu adalah Muh Ikhsan Nur (9), siswa SDN 170 Pinrang yang dijuluki 'Messi Junior'.

Tayang:
Penulis: Moh Faizal Lupphy S | Editor: Imam Wahyudi
Tribun-timur.com/Moh Faizal Lupphy S
MESSI DARI PINRANG - Muh Ikhsan Nur (9), siswa SDN 170 Pinrang memegang medali dan trophy usai menjadi juara turnamen di Lapangan AURI, Kota Makassar, Minggu (19/4/2026). Kelihaiannya dalam menggocek bola membuatnya dijuluki Messi dari Pinrang. 

TRIBUN-TIMUR.COM, PINRANG - Di lapangan sederhana belakang SMAN 8 Pinrang, Sulawesi Selatan, seorang bocah kecil tampak lincah menggiring bola, Minggu (10/5/2026). 

Gerakannya cepat, penuh percaya diri, dan sulit dihentikan lawan seusianya.

Bocah itu adalah Muh Ikhsan Nur (9), siswa SDN 170 Pinrang yang dijuluki 'Messi Junior'.

Ikhsan tinggal di Tuppu, Kelurahan Tadokkong, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang.

Ia anak kedua dari empat bersaudara.

Ayahnya bernama Hasriadi.

Di usia yang masih sangat muda, Ikhsan sudah menunjukkan bakat besar di dunia sepak bola.

Kemampuannya diasah di Sekolah Sepak Bola (SSB) Rudal FC, salah satu sekolah sepak bola yang cukup dikenal di Pinrang dalam mencetak pemain muda berbakat.

Setiap pekan, Ikhsan menjalani latihan rutin dua hingga tiga kali.

Namun di luar jadwal resmi, ia tetap datang ke lapangan untuk mengasah kemampuan.

Semangatnya bermain bola tak pernah surut.

“Dia sangat disiplin. Bahkan di luar jadwal latihan resmi, dia tetap rajin datang berlatih,” kata pelatih SSB Rudal FC, Firman, ditemui usai melatih.

Firman menyebut Ikhsan menjadi salah satu pemain paling menonjol di timnya.

Selain disiplin, kemampuan teknik dan naluri mencetak golnya berkembang pesat.

Tak heran, berbagai prestasi telah diraih bocah yang dijuluki Messi from Pinrang itu.

Hingga kini, Ikhsan telah mengoleksi sedikitnya 13 gelar juara dari berbagai turnamen tingkat lokal hingga nasional.

Ia juga beberapa kali menyabet predikat pemain terbaik dan pencetak gol terbanyak pada turnamen kelompok umur U-9.

Prestasi tersebut membawanya bertanding di berbagai daerah, mulai dari Makassar hingga Jakarta.

Bulan depan, Ikhsan dijadwalkan mengikuti turnamen tingkat nasional di Bali.

Ia bahkan mulai memendam mimpi lebih besar untuk bisa tampil pada ajang internasional di Malaysia.

“Saya bahagia bisa mengharumkan nama sekolah dan kampung,” ujar Ikhsan dengan senyum malu-malu.

Bagi Ikhsan, sepak bola bukan hanya soal menang dan trofi.

Lapangan juga menjadi tempatnya membangun persahabatan dan belajar tentang kerja keras.

“Saya bercita-cita menjadi pemain bola bersama teman-teman,” katanya.

Di balik prestasi yang diraih, perjalanan Ikhsan tidak selalu mudah.

SSB Rudal FC tempatnya berlatih masih memiliki keterbatasan fasilitas.

Bola latihan dan perlengkapan olahraga masih minim.

“Kondisi bola sangat kurang. Beruntung anak-anak mau beli alat latihan sendiri,” ungkap Firman.

Meski demikian, keterbatasan itu tidak menyurutkan semangat para pemain muda di sana.

Dukungan orang tua juga menjadi kekuatan utama bagi perkembangan Ikhsan.

Keluarganya terus memberi semangat agar ia tetap tekun belajar dan berlatih demi mengejar cita-cita menjadi pesepak bola profesional.

Firman berharap ada perhatian dan dukungan lebih besar terhadap pembinaan sepak bola usia dini di daerah, agar bakat-bakat seperti Ikhsan bisa terus berkembang.

“Target kami bagaimana meningkatkan skill dan kompetensi mereka supaya bisa lebih maju lagi,” tutupnya.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved