Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Diduga Sesak Nafas Usai Tawaf Sunnah, JCH Asal Pinrang Wafat di Tanah Suci

Almarhumah mengembuskan napas terakhir usai melaksanakan tawaf sunnah di sekitar Kakbah.

Tayang:
Penulis: Moh Faizal Lupphy S | Editor: Imam Wahyudi
Tribun-timur.com/Moh Faizal Lupphy S
WAFAT DI TANAH SUCI - Jemaah Calon Haji asal Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), Pinta Latif Abd Latif meninggal dunia di Mekkah, Selasa (19/5/2026) kemarin. Pinta meninggal diduga karena sesak nafas. 

TRIBUN-TIMUR.COM, PINRANG - Kabar duka datang dari rombongan Jemaah Calon Haji (JCH) Embarkasi Makassar asal Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Seorang jemaah perempuan bernama Pinta Latif Abd Latif dilaporkan meninggal dunia di Masjidil Haram, Makkah, Selasa (19/5/2026).

Almarhumah mengembuskan napas terakhir usai melaksanakan tawaf sunnah di sekitar Kakbah.

Informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi saat almarhumah berusaha mendekati area Hajar Aswad di tengah padatnya kerumunan jemaah.

Diduga, almarhumah mengalami sesak napas akibat berdesakan di area sekitar Kakbah.

Petugas perlindungan jemaah kemudian mengevakuasi korban ke rumah sakit darurat terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, nyawa almarhumah tidak berhasil diselamatkan.

Kepala Kementerian Agama Kabupaten Pinrang, Idris Muhammad, membenarkan kabar wafatnya jemaah tersebut.

Menurut Idris, jenazah almarhumah telah dimakamkan di Pemakaman Syuhada di Tanah Suci.

“Makanya kami beri gelar Hajjah Pinta Latif, insyaallah ibadah hajinya akan dibadalkan,” ujar Idris saat dihubungi Tribun-Timur.com, Rabu (20/5/2026) malam.

Ia menjelaskan, seluruh rangkaian ibadah haji almarhumah nantinya akan dibadalkan oleh petugas.

Idris juga mengingatkan seluruh jemaah agar tidak memaksakan diri mencium Hajar Aswad, terutama dalam kondisi Masjidil Haram yang sangat padat.

“Mencium Hajar Aswad itu bukan bagian yang menentukan sah atau tidaknya ibadah haji,” katanya.

Menurut dia, kondisi fisik yang kelelahan dan situasi berdesakan dapat membahayakan keselamatan jemaah.

Karena itu, jemaah yang telah lebih dulu berada di Makkah diminta membatasi aktivitas di area Masjidil Haram agar memberi kesempatan kepada jemaah baru menyelesaikan umrah wajib.

Pihak Kementerian Agama Pinrang juga mengaku telah berkoordinasi dengan keluarga almarhumah terkait kabar duka tersebut.

Diketahui, Pinta Latif merupakan jemaah Kloter 8 Embarkasi Makassar (UPG) asal Kecamatan Paleteang, Kabupaten Pinrang.

Almarhumah lahir pada tahun 1974.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved