Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pinrang Darurat Bencana, 40 Rumah Rusak dan 12 Posko Siaga Dibuka di Kecamatan

Akibatnya, sejumlah rumah warga serta infrastruktur jalan mengalami kerusakan diterjang gelombang laut.

Penulis: Rachmat Ariadi | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/Rachmat Ariadi
DARURAT BENCANA - Kepala BPBD Pinrang, Dr Rhommy Manule, menunjukkan peta potensi bencana melalui WRS InaTEWS serta peralatan penanggulangan bencana di Kantor BPBD Pinrang, Selasa (6/1/2026). Pinrang kembali memperpanjang status darurat bencana di wilayah Bumi Lasinrang selama 14 hari ke depan. 

TRIBUN-TIMUR.COM, PINRANG — Cuaca ekstrem yang melanda Sulawesi Selatan dalam beberapa pekan terakhir memicu rangkaian bencana hidrometeorologi di Kabupaten Pinrang.

Sejumlah bencana tercatat terjadi di berbagai wilayah.

Puting beliung melanda Kecamatan Lanrisang pada Minggu (14/12/2025) lalu, menyebabkan sekitar 40 rumah warga rusak berat.

Selanjutnya, pada Jumat (2/1/2026), abrasi pantai menghantam Lingkungan Ujung Baru Serang, Kelurahan Data, Kecamatan Duampanua.

Akibatnya, sejumlah rumah warga serta infrastruktur jalan mengalami kerusakan diterjang gelombang laut.

Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pinrang kembali memperpanjang status darurat bencana di wilayah Bumi Lasinrang selama 14 hari ke depan.

Pantauan Tribun-Timur.com di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pinrang, Selasa (6/1/2026), menunjukkan kesiapsiagaan personel yang mengenakan Pakaian Dinas Lapangan (PDL).

Sejumlah peralatan kebencanaan disiagakan di posko kabupaten, di antaranya dua unit perahu karet, tali penyelamat, tenda darurat, serta kendaraan roda dua operasional.

BPBD Pinrang juga dilengkapi perangkat Warning Receiver System (WRS) InaTEWS untuk menerima peringatan dini tsunami dan gempa bumi secara real time.

Kepala BPBD Pinrang, Dr Rhommy Manule, mengatakan bencana hidrometeorologi terjadi di sejumlah kecamatan sepanjang November 2025 hingga Januari 2026.

“Pada akhir 2025 terjadi angin puting beliung di Lanrisang, tanah longsor di Basseang dan Rajang, serta abrasi di wilayah Wae Tuoe. Terakhir, abrasi kembali terjadi di Kelurahan Data,” ujarnya.

Atas kondisi tersebut, kata Rhommy, pemerintah daerah melalui Bupati dan Wakil Bupati Pinrang memutuskan memperpanjang status darurat bencana selama 14 hari.

BPBD Pinrang saat ini menetapkan status siaga penuh selama 24 jam untuk merespons setiap laporan bencana yang masuk.

“Selain posko induk di kabupaten, kami juga telah membentuk 12 posko siaga di seluruh kecamatan di Pinrang,” jelasnya.

Rhommy menambahkan, ketersediaan peralatan penanggulangan bencana dinilai cukup memadai.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved