Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PCNU Pinrang Minta PBNU Segera Selesaikan Konflik Internal: Bikin Malu

PCNU Pinrang minta PBNU segera tuntaskan konflik internal. “Bikin malu,” tegas Ketua PCNU Pinrang..  

Penulis: Rachmat Ariadi | Editor: Sukmawati Ibrahim
Istimewa/Dok Tribun
KONFLIK PBNU – Ketua PCNU Pinrang, Ansyar Sangiang. PCNU Pinrang minta PBNU segera tuntaskan konflik internal. 

Ia menyebut masalah administrasi dan komunikasi internal justru menjadi faktor paling menonjol.

“Risalah Rais Aam hanya ditandatangani satu pihak, padahal secara administratif idealnya ditandatangani lengkap oleh Rais Aam, Katib Aam, Ketua Umum Tanfidziyah, dan Sekjen. Dari sini muncul perdebatan legalitas surat tersebut,” ujarnya.

Perdebatan administratif itu pula yang kemudian menjadi dasar penolakan Gus Yahya untuk mundur.

Firdaus mengingatkan sejarah NU mencatat dinamika serupa.

Termasuk pada masa kepemimpinan KH Idham Chalid yang pernah diminta mundur oleh Syuriah.

“NU sudah pernah melewati turbulensi seperti ini. Ada tarik-ulur, ada islah, dan akhirnya kembali pada mekanisme organisasi serta penghormatan kepada kiai sepuh,” katanya.

PWNU Sulsel, kata Firdaus, mengambil sikap menahan diri dan meminta warga NU tidak memperkeruh suasana.

“Kami menyerukan agar warga NU menjaga akhlak, adab, dan tidak ikut menyebarkan kecaman terhadap Syuriah atau Tanfidziyah. Lebih baik membaca substansi persoalan dengan jernih,” tegasnya.

Firdaus juga menyebut adanya kabar bahwa Rais Aam dan Gus Yahya sempat berada dalam satu pesawat, dianggap sebagian pihak sebagai pertanda menuju proses islah.

“Dalam tradisi NU, peran kiai-kiai sepuh selalu menjadi kunci penyelesaian,” tambahnya.

Ia berharap dinamika tersebut tidak terbawa hingga Muktamar NU 2026 dan tidak mengganggu forum tertinggi organisasi.

“Idealnya, semua pihak hadir dengan ketenangan tanpa mempertontonkan konflik berkepanjangan,” ucapnya.

Firdaus menutup pernyataannya dengan menegaskan NU akan mampu melewati situasi ini.

“Yang terpenting adalah menjaga ketenangan, menjaga marwah organisasi, dan memercayakan penyelesaian kepada para kiai,” katanya. (*)

 Laporan Jurnalis Tribun-Timur.com, Rachmat Ariadi

 


 

 


Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved