PCNU Pinrang Minta PBNU Segera Selesaikan Konflik Internal: Bikin Malu
PCNU Pinrang minta PBNU segera tuntaskan konflik internal. “Bikin malu,” tegas Ketua PCNU Pinrang..
Penulis: Rachmat Ariadi | Editor: Sukmawati Ibrahim
Ringkasan Berita:
- Konflik internal PBNU membuat pengurus cabang NU resah. Rapat pleno Rais Syuriah PBNU menetapkan Zulfa Mustofa sebagai Pj Ketua Umum menggantikan Gus Yahya.
- Ketua PCNU Pinrang menegaskan konflik bikin malu dan meminta segera diselesaikan. PWNU Sulsel menyebut isu Israel dan keuangan jadi pemicu, serta mengingatkan NU pernah melewati turbulensi serupa.
TRIBUN-TIMUR.COM, PINRANG – Konflik internal di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) membuat pengurus cabang NU di daerah mulai resah.
Ditambah lagi, rapat pleno yang digelar Rais Syuriah PBNU pada Selasa (9/12/2025) di Hotel Sultan, Jakarta, menetapkan Zulfa Mustofa sebagai Penjabat (Pj) Ketua Umum menggantikan Gus Yahya.
Dalam struktur sebelumnya, Zulfa menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Tanfidziyah PBNU.
Kondisi ini membuat sejumlah pengurus PBNU terbelah hingga berdampak ke tingkat bawah atau pengurus cabang NU.
Ketua PCNU Pinrang, Ansyar Sangiang, mengatakan pihaknya tidak berpihak dalam situasi konflik yang terjadi di tubuh PBNU.
“Kita tidak akan berpihak karena pasti saling klaim. Kami sudah bincang-bincang dengan pengurus lainnya di sini, kita tunggu saja hasil penyelesaiannya di PBNU. Yang jelas pasti ada solusinya,” katanya saat dihubungi Tribun-Timur.com, Rabu (10/12/2025).
Ansyar memastikan konflik di tubuh PBNU tidak akan mengganggu program-program pengurusan di PCNU Pinrang.
Namun, ia menyayangkan konflik tersebut tak kunjung diselesaikan.
“Tidak mengganggu, kita tetap jalan, tidak terlalu efek ke daerah. Iya, cuma kami sayangkan karena ini (konflik) bikin malu kita kan,” ungkapnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulsel, Firdaus Muhammad, mengutarakan penyebab utama munculnya konflik di tubuh PBNU.
Pertama, terkait hubungan dengan Israel.
“Ini bukan isu baru. Sebelum menjadi ketua umum, Gus Yahya pernah bertemu tokoh Israel dan mengundangnya dalam forum formal NU,” jelasnya saat berada di Studio Tribun Timur, Jl Cendrawasih No 430, Makassar, Kamis (27/11/2025).
Alasan kedua berkaitan dengan pengelolaan keuangan internal PBNU.
Ia menegaskan detail persoalan hanya dipahami oleh struktur inti seperti Rais Aam, Katib Aam, dan jajaran Tanfidziyah.
Firdaus menilai pola tarik-ulur semacam ini bukan hal baru dalam sejarah NU.
| Mengukir Jejak Kartini: Inspirasi Kekuatan dan Kepemimpinan Perempuan di Madrasah |
|
|---|
| 22 DPC PPP Cari Ketua Baru, Tana Toraja dan Toraja Utara Ditunjuk Langsung |
|
|---|
| Andi Calle Paramata Calon Haji Tertua Asal Wajo Sulsel, Usia 95 Tahun Berangkat Tanah Suci |
|
|---|
| Warga Minta Fadriaty AS Berjuang Hidupkan Kembali Pelabuhan Larompong Demi Hidupkan Ekonomi Pesisir |
|
|---|
| Rektor, Sahabat, dan Seratusan Pensiunan Pemprov Sulsel Berdoa untuk Tautoto Tanaranggina |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2025-12-10-pcnu-pinrang.jpg)