Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pangkep

Anggaran Dipangkas Pusat, Perbaikan 385 Km Jalan Rusak di Pangkep Bertahap

Pada 2026 anggaran fisik Bina Marga untuk penanganan jalan di Pangkep sebesar Rp23,7 miliar, termasuk DAK sebesar Rp9,5 miliar.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Sakinah Sudin
Dok. Warga
JALAN RUSAK PANGKEP - Kondisi jalan rusak di ruas Ujungloe–Matojeng, Kabupaten Pangkep, dengan lubang menganga dan aspal terkelupas yang membahayakan pengendara, Selasa (24/2/2026). Ruas jalan ini direncanakan masuk program perbaikan tahun 2026. 
Ringkasan Berita:
  • PUTR Pangkep menyiapkan Rp23,7 miliar, namun efisiensi pusat membuat perbaikan dilakukan bertahap.
  • Pada 2026 anggaran fisik Bina Marga untuk penanganan jalan di Pangkep sebesar Rp23,7 miliar, termasuk DAK sebesar Rp9,5 miliar.

 

TRIBUN-TIMUR.COM, PANGKEP - Jalan rusak di ruas Ujungloe–Matojeng, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan (Sulsel) diperbaiki tahun ini.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Pangkep Andi Irwan mengatakan, ruas jalan di Ujungloe merupakan salah satu yang telah masuk dalam rencana pemeliharaan tahun 2026.

“Jalan di Ujungloe ini memang sudah direncanakan untuk diperbaiki dalam program pemeliharaan jalan tahun ini," kata Andi Irwan kepada Tribun-Timur.com, Rabu (25/2/2026).

"Saat ini masih tahap perencanaan, setelah itu kita lelang untuk pengerjaannya,” jelasnya.

Ia menjelaskan, pada tahun 2026 anggaran fisik Bina Marga untuk penanganan jalan di Pangkep sebesar Rp23,7 miliar, termasuk Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp9,5 miliar.

Sementara itu, panjang jalan rusak di Kabupaten Pangkep hingga Desember 2025 tercatat mencapai 385,59 kilometer.

"Anggaran yang dibutuhkan untuk menuntaskan seluruh kerusakan jalan tersebut diperkirakan mencapai Rp578 miliar, dengan estimasi biaya sekitar Rp1,5 miliar per kilometer," ujar Andi Irwan.

Andi Irwan mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir, banyak anggaran jalan dipangkas pemerintah pusat.

Tahun lalu anggaran DAK sebesar Rp32 miliar tidak turun akibat efisiensi pusat, sehingga berdampak pada bertambahnya jalan rusak.

Tahun ini pun, lanjutnya, efisiensi anggaran dari pusat sebesar Rp158 miliar.

Kondisi tersebut memaksa pihaknya memaksimalkan anggaran yang tersedia untuk perbaikan jalan.

“Strategi yang kami gunakan, kemungkinan tahun ini banyak jalan hanya bisa ditambal untuk perbaikannya,” katanya.

Kerusakan jalan tersebut tersebar di beberapa ruas di seluruh wilayah Kabupaten Pangkep.

"Beberapa ruas yang akan mendapat penanganan betonisasi di antaranya Jalan Matahari dan ruas samping Kantor DPRD Pangkep," bebernya.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya masih dalam tahap perencanaan.

Setelah rampung, proyek akan masuk proses lelang dengan target pekerjaan fisik dimulai sekitar Maret hingga April 2026.

“Kami imbau masyarakat untuk bersabar. InsyaAllah semua lubang, terutama di dalam Kota Pangkajene, akan kami tangani, termasuk di luar kota,” katanya.

Andi Irwan menegaskan, pihaknya tidak bisa melakukan perbaikan tanpa melalui proses administrasi yang sesuai karena juga berada dalam pengawasan aparat penegak hukum (APH).

Selain itu, perbaikan di musim hujan dinilai berisiko karena tambalan tidak akan bertahan lama.

Ia mengatakan dengan anggaran terbatas, pihaknya harus memaksimalkan hasil pekerjaan.

Andi Irwan membeberkan ada beberapa faktor penyebab kerusakan jalan di Pangkep, khususnya jalan beraspal.

“Penyebab jalan rusak terutama aspal asalah Air, air, dan air,” ujarnya.

Selain itu, kerusakan juga disebabkan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) atau kelebihan muatan, serta jalan yang seharusnya hanya dilalui kendaraan ringan namun digunakan kendaraan berat.

Faktor lainnya adalah kurangnya perawatan atau pemeliharaan jalan secara berkala.

Ia menambahkan, secara umum umur layanan jalan di Kabupaten Pangkep rata-rata sudah di atas 10 tahun.

Metode pekerjaan lama yang masih menggunakan aspal HRS dengan ketebalan 2,5 hingga 4 sentimeter juga membuat jalan lebih mudah terkelupas setelah melewati umur konstruksi.

Selain itu, terdapat sejumlah jalan tanah baru yang dibangun pemerintah desa dan telah diserahkan menjadi aset pemda sehingga membutuhkan peningkatan struktur agar layak dilalui kendaraan.

"Beban kendaraan di sejumlah titik yang telah melewati umur layanan juga menjadi faktor yang mempercepat kerusakan jalan di Kabupaten Pangkep," tutupnya.

Dikeluhkan Warga

Sebelumnya jalan rusak di ruas Ujungloe–Matojeng, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, dikeluhkan warga, Selasa (24/2/2026).

Lubang besar dan aspal terkelupas dinilai membahayakan pengendara.

Kerusakan terjadi di sejumlah titik sepanjang jalur tersebut.

Lubang menganga tampak tersebar dan kerap tergenang air saat hujan turun.

Salah satu warga Ujungloe, Firman, mengatakan kondisi jalan itu sudah lama dibiarkan tanpa perbaikan berarti.

Panjang jalan yang rusak diperkirakan mencapai 1 kilometer.

“Kalau dari Kampung Ujungloe sampai Matojeng memang begitu kondisinya. Sudah lamami lubang-lubang begitu, kayaknya hampir dua tahun,” katanya kepada Tribun Timur, Selasa (24/2/2026).

Ia mengaku heran karena lokasi jalan rusak tersebut tidak terlalu jauh dari Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Pangkep.

“Padahal dekat dari kantor dinas PU. Tapi tidak ada perbaikan,” katanya.

Selama lebih dari setahun terakhir, belum ada perbaikan menyeluruh yang dilakukan di ruas jalan tersebut.

“Setahun lebih tidak ada perbaikan. Paling hanya tambal sedikit, tapi rusak lagi,” tambahnya.

Ia menilai kondisi itu membahayakan pengendara, khususnya pengendara roda dua yang melintas pada malam hari.

“Kalau malam agak bahaya, apalagi kalau tidak terlalu hafal jalannya. Bisa jatuh kalau tidak hati-hati,” jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved