Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pangkep

Tonasa Segera Kuasai Gunung Bulu Paccola

Tonasa Segera Kuasai Gunung Bulu Paccola

Tayang:
Editor: Muh. Irham
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - PT Semen Tonasa segera menguasai Gunung Bulu Paccola di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, untuk dieksplorasi tanahnya sebagai pencampur bahan baku semen.
         
Anggota DPRD Sulsel asal daerah pemilihan Maros, Pangkep, Barru dan Parepare Wawan Mattaliu di Makassar, Minggu, menyebutkan bahwa Tonasa sementara dalam proses perizinan untuk menguasai lahan seluas sekitar 80 hektar.
         
"Yang paling perlu adalah izin amdal yang dikeluarkan harus ketat," ucap politisi Partai Bintang Reformasi yang juga Ketua Fraksi Ummat DPRD Sulsel.
         
Ia mengatakan, yang paling bertanggung jawab mengeluarkan izin dan rekomendasi penggalian tanah liat di  gunung kecil yang ada di perbatasan Kecamatan Bungoro dengan Tondon Tallasa adalah Pemerintah Kabupaten Pangkep dan Kementrian yang terkait.
          
Sebelumnya, anggota DPRD Sulsel Hery Suhari Attas juga mengingatkan PT Semen Tonasa tidak hanya mengeruk keuntungan tetapi juga memperhatikan kesejahteraan masyarakat sekitar, termasuk membangun jalan di sekitarnya dan di Pangkep.
         
Sedangkan Kepala Biro Hukum dan Pemerintahan PT Semen Tonasa Muh Arifin mengaku tengah memproses perampungan izin untuk mengeksplorasi gunung kecil di antara ketinggian 80-100 meter di atas permukaan laut.
         
Ia yakin perizinan untuk mengelola tanah negara sekitar 80 hektar ini sudah tuntas akhir tahun 2011, sehingga bisa mendukung pabrik baru Tonasa V yang juga direncanakan mulai beroperasi Januari tahun depan.
         
Menurut Arifin, gunung tersebut bisa dieksplorasi karena tidak masuk dalam kawasan hutan lindung dan taman nasional Bantimurung-Bulusaraung, serta aman dari permukiman masyarakat.
         
Ia mengemukakan, dalam Upaya Pengelolaan Lingkungan (UPL) Tonasa, bekas galian gunung nantinya akan dijadikan area persawahan.
         
Arifin menambahkan, Tonasa mencari lahan tanah liat baru di gunung karena tidak boleh lagi ada penggalian ke bawah, seperti yang dilakukan selama ini di sekitar pabrik Tonasa II, III, IV dan V.
         
Akibatnya, minimal lima lubang raksasa yang kini menjadi danau akibat penggalian tanah liat yang dilakukan Tonasa.
         
Tonasa, tambah Arifin, selain memiliki lahan tanah liat sendiri, juga membeli tanah liat dari masyarakat. (*)
Sumber:
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved