Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pangkep

Tonasa Dituding Penyebab Bencana Banjir di Pangkep

Tonasa Dituding Penyebab Bencana Banjir di Pangkep

Tayang:
Editor: Muh. Irham
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM- PT Semen Tonasa dituding turut bertanggung jawab atas bencana banjir bandang yang menewaskan empat warga melanda kampung Senggerang, Kecmatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan 24 April 2011.   
    
"Tonasa punya tanggung jawab di sana," kata anggota DPRD Sulsel asal daerah pemilihan, Maros, Pangkep, Barru, Parepare  Wawan Mattaliu di Makassar, Selasa.  
    
Menurut dia, hampir seluruh area pertambangan di Sulsel termasuk Tonasa merusak ekosistem dan ekologi serta meninggalkan lubang akibat eksplorasi, menjadi penyebab rendahnya daerah resapan yang berujung pada banjir bandang.
    
Belum lagi, kontribusi sektor pertambangan termasuk Tonasa kepada masyarakat masyarakat kecil yang berdomisi di area aksplorasi tidak tersentuh.
    
"Saya orang yang tidak pro terhadap industri pertambangan. Kontribusinya sangat minim untuk kesejahteraan masyarakat, hanya menguntungkan orang-orang tertentu," ucapnya.
    
Ia melihat bencana banjir bandang yang menyapu kampung Senggerang disebabkan karena lemahnya mekanisme kontrol yang diperankan oleh Pemerintah Kabupaten Pangkep, yang tidak melaksanakan regulasi pertambangan dari pemerintah pusat.      
    
Lalu ia menyebut, bahwa sektor pertambangan yang dikelola sedemikian profesional pun seperti PT Freport masih meninggalkan masalah lingkungan dan kemanusiaan.
    
Untuk itu, dari kasus banjir badang Balocci, politisi Partai Bintang Reformasi (PBR) meminta pemerintah berhati-hati dalam mengeluarkan izin pertambangan, agar tidak terulang kasus serupa.    
    
Selain menyoroti Tonasa, anggota Komisi C DPRD Sulsel ini juga mengkritisi PT Semen Bosawa dan tambang mineral lainnya di Kabupaten Maros.
    
"Sejak Bosowa beroperasi di Maros, populasi kupu-kupu menjadi berkurang, karena ekosistemnya terganggu oleh bahan peledak yang digunakan," ucapanya.
    
Sebelumnya, Direktur LSM Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulsel, Zulkarnain Yusuf yang menyebut banjir bandang Pangkep akibat eksploitasi dan penghancuran kars yang dilakukan PT Semen Tonasa dan tambang galian C.
    
Menurut dia, menyusutnya batuan kars akibat diekplorasi  sebagai bahan dasar pembuatan semen berpotensi mengganggu daerah resapan, sehingga saat hujan turun air tidak terbendung.
    
"Kemungkinannya saat ketika bahan dasar sudah menipis, karena sudah puluhan tahun daerah kars di Pangkep itu dieksploitasi oleh pabrik tersebut," katanya.(*)
Sumber:
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved