Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pesawat ATR Jatuh di Pangkep Maros

Lampu Kepala dan Gerimis dari Gunung Bulusaraung

Jasad diusung menggunakan tandu. Langkah para personel harus ekstra hati-hati. Jalur licin, gelap, dan sempit.

Dokumentasi Basarnas
EVAKUASI KORBAN PESAWAT ATR 42-500 - Tim SAR menemukan jenazah korban kedua pesawat ATR 42-500 di kedalaman 400 meter (semula disebut 500 meter), Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulsel, Senin (19/1/2026). Korban perempuan dievakuasi ke Puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Selasa (20/1/2026). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Gerimis turun pelan di lereng Gunung Bulusaraung, Selasa (20/1) malam.

Di jalur keluar pendakian, sorot lampu kepala para personel Search and Rescue (SAR) memantul di tanah basah, membelah gelap yang kian rapat.

Di tengah hujan ringan itulah, jasad satu diantara sepuluh korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 akhirnya tiba di kaki gunung.

Korban perempuan ditemukan pada hari ketiga pencarian tersebut dibawa turun menuju Posko Utama SAR gabungan di Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Selasa (20/1) malam.

Jasad diusung menggunakan tandu.

Langkah para personel harus ekstra hati-hati.

Jalur licin, gelap, dan sempit, sementara hujan tak juga berhenti turun.

Beberapa kali sorot lampu kepala diarahkan ke tanah, memastikan pijakan aman.

Di balik jas hujan dan pakaian lapangan yang basah, para personel SAR tetap bergerak dalam senyap, menjaga ritme dan keselamatan.

Tak jauh dari jalur pendakian, sebuah ambulans telah bersiaga.

Begitu tandu tiba di pintu keluar pendakian, jenazah langsung dipindahkan ke dalam kendaraan medis.

Jarak menuju posko utama sekira 100 meter.

Di sana, tim DVI dan petugas medis telah menunggu untuk melakukan penanganan lanjutan sesuai prosedur.

Pesawat ATR 42-500 membawa 10 orang, terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang.

Hingga hari keempat operasi SAR, dua korban telah ditemukan dan dievakuasi, sementara delapan lainnya masih dalam pencarian.

Di tengah medan ekstrem dan cuaca tak menentu, operasi SAR terus berlangsung.

Lereng curam dengan kemiringan tajam serta hujan dan kabut masih menjadi tantangan utama tim di lapangan.

Sementara di kaki gunung, suasana haru tak hanya terasa di jalur pendakian.

Di Desa Tompobulu, warga menggelar dzikir dan doa bersama untuk para korban dan tim SAR.

Dzikir dan doa berlangsung di Masjid Djamami Darussalam, tepat di depan Pos SAR AJU Basarnas Makassar, yang berdiri di pekarangan Kantor Desa Tompobulu—gerbang utama pendakian Gunung Bulusaraung.

Tak hanya jamaah laki-laki, perempuan dan anak-anak turut hadir.

Beberapa personel SAR yang sedang siaga pun ikut bergabung, duduk bersila di antara warga.

Imam rawatib masjid, Ustaz Muh Yunus, memimpin dzikir dengan suara lirih namun khidmat.

Rangkaian tasbih, tahmid, dan takbir mengalun, diikuti doa untuk keselamatan para korban dan kelancaran operasi SAR.

“Selanjutnya mari kita berdoa bersama untuk para korban dan tim SAR yang berjuang agar diberi kelancaran,” kata Ustaz Yunus.

Dzikir dan doa bersama itu turut dihadiri sejumlah pejabat TNI-Polri dan Basarnas.

Mereka duduk berdampingan dengan warga, melebur dalam harap yang sama.

Asrem Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Abi Kusnianto, mengatakan doa bersama digelar sebagai ikhtiar batin di tengah upaya kemanusiaan yang terus berlangsung.

“Kita bermohon agar diberi kemudahan, kesehatan, dan kelancaran mencari serta mengevakuasi seluruh korban,” ujarnya.

Menurutnya, doa masyarakat menjadi penguat moral bagi seluruh personel yang bertugas di medan berat Gunung Bulusaraung.

Sejauh ini, sekira 500 personel SAR dari berbagai unsur dikerahkan dalam operasi pencarian dan evakuasi.

Dua tim khusus menangani evakuasi korban telah ditemukan, sementara tim lainnya terus menyisir lereng gunung dan lokasi jatuhnya pesawat.

Di bawah gerimis belum reda, lampu-lampu kepala itu masih menyala.

Dari jalur pendakian hingga ruang doa, Bulusaraung menjadi saksi ikhtiar manusia—antara medan, hujan, dan harapan.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved