Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pesawat ATR Jatuh di Pangkep Maros

Menyisir Jurang di Lereng Bulusaraung

Di kaki gunung itu, pencarian belum selesai. Kabut masih datang dan pergi. Namun di Posko AJU, harapan tetap menyala.

Tayang:
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Abdul Azis Alimuddin
TRIBUN TIMUR/Nurul Hidayah
PESAWAT JATUH - Helikopter Caracal digunakan untuk pemantauan udara dalam operasi pencarian serpihan pesawat ATR 42‑500, Minggu (18/1/2026).  Tim SAR temukan jendela hingga ekor pesawat ATR 42‑500 di Maros, jadi petunjuk penting pencarian. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Kabut turun pelan di kaki Gunung Bulusaraung.

Di antara dingin yang menggigit dan medan terjal, personel SAR siaga di Posko AJU, Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep.

Di tempat inilah harapan, kecemasan, dan kerja kemanusiaan bertemu.

Pesawat ATR 42-500 jatuh di kawasan pegunungan ini, Sabtu (17/1).

Di dalamnya, sepuluh orang—delapan kru dan tiga penumpang—ikut terperangkap dalam tragedi yang kini menyisakan penantian panjang.

Senin sore (19/1), suasana posko tampak padat.

Personel Basarnas, TNI, Polri, relawan, hingga warga setempat berkumpul, mematangkan rencana sebelum menembus lagi jalur-jalur terjal pegunungan.

Tas carrier tergeletak di tanah.

Helm dan alat komunikasi melekat di tubuh para rescuer yang bersiap menghadapi medan ekstrem.

Di tengah posko, tenda operasi Basarnas menjadi pusat koordinasi.

Peta wilayah desa dan jalur pendakian terbentang, menjadi panduan langkah di balik kabut yang kerap menutup jarak pandang.

Bulusaraung bukan medan ramah. Kontur curam, hutan lebat, dan vegetasi rapat membuat setiap meter perjalanan penuh resiko.

Cuaca menjadi lawan yang tak kalah berat.

Kabut tebal dan hujan kerap memaksa tim menghentikan pencarian.

Namun, tak satu pun dari mereka meninggalkan pos.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved