Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Zulfa Mustofa Pimpin PBNU, Ketua PCNU Pangkep: Harus Kembali ke Ulama

Zulfa Mustofa ditunjuk sebagai pengganti sementara Cholil Staquf atau Gus Yahya yang sebelumnya menjabat sebagai ketua umum PBNU.

Tayang:
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Alfian
Dokumentasi Pribadi/Dr Muhammad Basir
KONFLIK PBNU - Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten, Dr Muhammad Basir menggunakan kemeja putih saat hendak melaksanakan Salat Jumat, (28/11/2025). Ia menyambut baik penunjukan Zulfa Mustofa sebagai Penjabat (Pj) Ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. 

Ringkasan Berita:
  • Keputusan penunjukan Zulfa Mustofa sebagai Pj ketua tersebut diambil dalam rapat pleno Syuriyah PBNU di Hotel Sultan Jakarta, Selasa (9/12/2025) malam.
  • Ketua PCNU Pangkep, Dr Muhammad Basir pun menyambut baik pergantian eatafet kepemimpinan tersebut.

 

TRIBUN-TIMUR.COM, PANGKEP - Zulfa Mustofa ditunjuk sebagai Penjabat (Pj) Ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

Ia sebelumnya menjabat sebagai wakil ketua organisasi massa Islam ini.

Keputusan penunjukan Zulfa Mustofa sebagai Pj ketua tersebut diambil dalam rapat pleno Syuriyah PBNU di Hotel Sultan Jakarta, Selasa (9/12/2025) malam.

Zulfa ditunjuk sebagai pengganti sementara Cholil Staquf atau Gus Yahya yang sebelumnya menjabat sebagai ketua umum PBNU.

Ketua PCNU Pangkep, Dr Muhammad Basir pun menyambut baik pergantian eatafet kepemimpinan tersebut.

Meski, ia menilai pergantian pimpinan pusat tak begitu mempengaruhi kepengurusan organisasi tingkat kabupaten.

"PCNU Pangkep aman-aman saja, tidak terpengaruh dengan pergantian Ketua Umum PBNU," katanya dikonfirmasi wartawan Tribun Timur, Nurul Hidayah, Rabu (10/12/2025).

Ia menyebutkan, Zulfa Mustofa adalah seorang ulama, sehingga semua pihak dapat dengan mudah menerimanya sebagai pemegang pucuk kepemimpinan organisasi ini.

Baca juga: Konflik NU Memanas, Cak Imin: Kelakuan PB Hari Ini Mengecewakan

Menurutnya, NU harus dipimpin oleh ulama yang benar-benar murni, tidak terseret kepentingan politik praktis.

“NU adalah organisasi berbasis ulama. Harapan saya pribadi, kembalikan organisasi ini ke pangkuan ulama. Seorang pemimpin yang bercirikan ulama, tidak membawa NU ke politik praktis atau kepentingan tertentu,” tegasnya.

Dengan pergantian pimpinan ini, kata dia tak akan perubahan signifikan dalam organisasi.

"Pimpinan baru pasti fokus pada konsolidasi internal, juga melanjutkan program hasil mukhtamar Lampung," tutupnya.

Dilansir dari Kompas.com, Rais Syuriah Muhammad Nuh mengatakan Zulfa akan melaksanakan tugas-tugasnya sebagai Pj Ketum sampai Muktamar Nahdaltul Ulama (NU) yang digelar di Surabaya, Jawa Timur, pada 2026.

"Oleh karena itu beliau akan memimpin PBNU sebagai Pj Ketum melaksanakan tugas-tugasnya sampai dengan muktamar yang insya Allah akan dilaksanakan di 2026," jelasnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved