Arus Mudik di Palopo Meningkat, Tarif Rp130 Ribu Masih Bertahan Meski BBM Sulit
Pemudik, Nur Ainun, mengaku memanfaatkan momentum lebaran berkumpul bersama keluarga di kampung halaman orang tuanya di Luwu Timur.
Penulis: Andi Bunayya Nandini | Editor: Sudirman
“Selama Ramadan kami harus bersabar dan bersyukur. Kadang penumpang banyak, kadang juga sedikit,” tutur Asbudi.
Ia memastikan hingga saat ini tidak ada kenaikan tarif angkutan untuk rute Palopo menuju Luwu Timur.
Penumpang masih dikenakan biaya Rp130 rib per orang.
“Tarif Palopo ke Sorowako Rp130 ribu, tidak ada kenaikan, masih sama seperti tahun lalu,” jelasnya.
Meski tarif tetap stabil, para sopir menghadapi kendala dalam mendapatkan bahan bakar minyak (BBM), terutama jenis Pertalite.
Menurut Asbudi, antrean di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) kerap terjadi, khususnya di wilayah Palopo dan Luwu Timur.
Kondisi tersebut membuat para sopir terkadang terpaksa membeli BBM secara eceran agar tidak terlambat mengantar penumpang.
“Kalau solar tidak antre, tapi Pertalite sering antre di SPBU, terutama di Sorowako dan Palopo. Itu jadi kendala bagi kami sopir,” terangnya.
Ia menambahkan antrean BBM tersebut telah terjadi sekitar dua pekan selama Ramadan.
Kondisi ini diduga berkaitan dengan adanya oknum yang melakukan pelangsiran BBM. (*)
Laporan Wartawan Kontributor Tribun-Timur: Andi Bunayya Nandini
| Judi Online dan Narkoba Ancaman Baru di Luwu |
|
|---|
| Polisi Tangkap Lagi Pengeroyok Imam Masjid di Palopo |
|
|---|
| Bermodal WhatsApp dan Google Translate, Cinta Gadis Palopo Berlabuh ke Pria Turki |
|
|---|
| Ditemukan Tergantung di Kamar, Siapa Pembunuh Petugas Lapas Palopo? |
|
|---|
| Istri Cemas Suami Tak Pulang, Pegawai Lapas Kelas IIA Palopo Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Kos |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-03-16-Suasana-di-Terminal-Dangerakko-Kecamatan-Wara.jpg)