Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Fakta Baru Kasus Prof ER: Wanita Inisial S Juga Laporkan Sang Pacar

“Pelapor saat ini masih dalam keadaan sakit, sehingga belum bisa terlalu banyak memberikan keterangan," kata dia.

Penulis: Andi Bunayya Nandini | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
MAPOLRES PALOPO - Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Palopo, Iptu Sahrir. Ia menyampaikan pihaknya menerima dua laporan dugaan pelecehan terhadap perempuan berinisial S, salah satu terlapornya adalah guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo berinisial ER. (Andi Bunayya Nandini) 

Ia menyebut MF merupakan warga Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo.

Dalam penyelidikan, polisi telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk ibu korban yang sempat mendatangi MF untuk melakukan konfrontasi langsung.

Dalam pertemuan tersebut, MF disebut mengakui perbuatannya.

Polisi juga menghadirkan satu saksi lain yang berada di lokasi dan mendengar pengakuan tersebut.

“Namun pengakuan terduga menyebutkan kejadian itu terjadi di sebuah wisma. Saat ini kami masih mendalami wisma yang dimaksud karena belum diketahui secara pasti,” jelas Maruf.

Polres Palopo mengimbau masyarakat tidak berspekulasi terkait perkara yang masih dalam tahap penyelidikan dan memberikan ruang kepada aparat penegak hukum untuk bekerja secara profesional.

Pembelaan Prof ER

Sementara itu, Prof ER akhirnya buka suara terkait laporan dugaan pelecehan yang juga menyeret namanya.

Guru besar yang baru dikukuhkan pada akhir 2025 itu membantah tudingan pencabulan.

Melalui keterangan tertulis yang diterima Tribun-Timur.com, Selasa (3/2/2026), ia menyampaikan kronologi versi dirinya.

Prof ER mengaku melihat seorang perempuan pingsan di depan rukonya saat hendak membuka pintu setelah pulang membersihkan rumput di belakang bangunan tersebut.

Karena kondisi di pinggir jalan cukup terik, ia bersama saksi membawa korban masuk ke dalam ruko untuk mendapatkan pertolongan pertama.

“Dengan keterbatasan tempat yang kondusif, kami mengangkat korban ke dalam ruko dan membaringkannya di ruang terbuka tanpa sekat,” tulisnya.

Ia menyebut korban dijaga oleh keponakannya yang perempuan.

Saat kembali masuk ke ruangan, ia melihat luka sayatan di tangan korban dan berupaya membangunkannya dengan menepuk bagian kepala samping serta melonggarkan jilbab di area pernapasan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved