Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Isu Lockdown Picu Antrean Panjang BBM di Seluruh SPBU Kota Palopo

Kondisi ini dipicu beredarnya isu akan diberlakukannya kembali lockdown di wilayah Luwu Raya, termasuk Kota Palopo

Tayang:
Penulis: Andi Bunayya Nandini | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Andi Bunayya Nandini
SPBU BINTURU - Antrean panjang di SPBU Binturu, Kecamatan Wara Selatan Kota Palopo, Sulawesi Selatan, pada Selasa (3/2/2026). Antrean ini diduga karena kepanikan warga terkait isu lockdown akibat aksi demonstrasi pemekaran Provinsi Luwu Raya. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Antrean panjang kendaraan terjadi di hampir seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, dalam beberapa hari terakhir. 

Kondisi ini dipicu beredarnya isu akan diberlakukannya kembali lockdown di wilayah Luwu Raya, termasuk Kota Palopo, menyusul aksi demonstrasi yang menuntut pembentukan Provinsi Luwu Raya.

Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan roda dua maupun roda empat mengular hingga ke badan jalan di sejumlah SPBU.

Warga tampak berupaya mengisi bahan bakar lebih awal sebagai langkah antisipasi jika terjadi pembatasan aktivitas masyarakat maupun terganggunya distribusi bahan bakar minyak (BBM).

Selain isu lockdown, situasi tersebut diperparah oleh kelangkaan BBM yang sebelumnya terjadi di sejumlah daerah sekitar Palopo.

Kabupaten Luwu Utara dan Luwu Timur dilaporkan sempat mengalami kesulitan pasokan BBM akibat tertutupnya akses jalan menuju wilayah tersebut imbas aksi demonstrasi.

Kondisi itu memicu kekhawatiran masyarakat di Kota Palopo akan terhambatnya distribusi BBM apabila aksi serupa kembali terjadi atau jalur logistik kembali terganggu.

Meski hingga kini belum ada pengumuman resmi dari pemerintah terkait pemberlakuan lockdown, masyarakat memilih untuk mengantre dan mengisi BBM lebih awal guna menghindari risiko kehabisan pasokan.

Salah seorang sopir angkutan umum rute Palopo–Luwu, Zainuddin, mengaku kesulitan mendapatkan BBM dalam beberapa hari terakhir akibat antrean yang semakin panjang.

“Sekarang sangat sulit dapat BBM. Biasanya saya harus antre sampai tiga jam hanya untuk bisa mengisi,” ujar Zainuddin.

Ia mengatakan kondisi tersebut berdampak langsung pada produktivitasnya sebagai sopir angkutan umum.

Waktu yang seharusnya digunakan untuk mengangkut penumpang habis di SPBU.

“Biasanya saya bisa bolak-balik sampai dua kali. Sekarang karena lama mengantre, cuma bisa satu kali,” jelasnya.

Meski demikian, Zainuddin mengaku bersyukur karena hingga saat ini belum ada pembatasan pembelian BBM di Kota Palopo seperti yang sempat diterapkan di Kabupaten Luwu Utara dan Luwu Timur.

Ia juga menegaskan tidak menaikkan tarif angkutan meski biaya operasional terdampak.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved