Isu Lockdown Picu Antrean Panjang BBM di Seluruh SPBU Kota Palopo
Kondisi ini dipicu beredarnya isu akan diberlakukannya kembali lockdown di wilayah Luwu Raya, termasuk Kota Palopo
Penulis: Andi Bunayya Nandini | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM - Antrean panjang kendaraan terjadi di hampir seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi ini dipicu beredarnya isu akan diberlakukannya kembali lockdown di wilayah Luwu Raya, termasuk Kota Palopo, menyusul aksi demonstrasi yang menuntut pembentukan Provinsi Luwu Raya.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan roda dua maupun roda empat mengular hingga ke badan jalan di sejumlah SPBU.
Warga tampak berupaya mengisi bahan bakar lebih awal sebagai langkah antisipasi jika terjadi pembatasan aktivitas masyarakat maupun terganggunya distribusi bahan bakar minyak (BBM).
Selain isu lockdown, situasi tersebut diperparah oleh kelangkaan BBM yang sebelumnya terjadi di sejumlah daerah sekitar Palopo.
Kabupaten Luwu Utara dan Luwu Timur dilaporkan sempat mengalami kesulitan pasokan BBM akibat tertutupnya akses jalan menuju wilayah tersebut imbas aksi demonstrasi.
Kondisi itu memicu kekhawatiran masyarakat di Kota Palopo akan terhambatnya distribusi BBM apabila aksi serupa kembali terjadi atau jalur logistik kembali terganggu.
Meski hingga kini belum ada pengumuman resmi dari pemerintah terkait pemberlakuan lockdown, masyarakat memilih untuk mengantre dan mengisi BBM lebih awal guna menghindari risiko kehabisan pasokan.
Salah seorang sopir angkutan umum rute Palopo–Luwu, Zainuddin, mengaku kesulitan mendapatkan BBM dalam beberapa hari terakhir akibat antrean yang semakin panjang.
“Sekarang sangat sulit dapat BBM. Biasanya saya harus antre sampai tiga jam hanya untuk bisa mengisi,” ujar Zainuddin.
Ia mengatakan kondisi tersebut berdampak langsung pada produktivitasnya sebagai sopir angkutan umum.
Waktu yang seharusnya digunakan untuk mengangkut penumpang habis di SPBU.
“Biasanya saya bisa bolak-balik sampai dua kali. Sekarang karena lama mengantre, cuma bisa satu kali,” jelasnya.
Meski demikian, Zainuddin mengaku bersyukur karena hingga saat ini belum ada pembatasan pembelian BBM di Kota Palopo seperti yang sempat diterapkan di Kabupaten Luwu Utara dan Luwu Timur.
Ia juga menegaskan tidak menaikkan tarif angkutan meski biaya operasional terdampak.
| Bongkar Sindikat BBM Subsidi, 8 Hari Polisi Kawal Tanker MT Bakti I dari Kalteng |
|
|---|
| Pria di Bone Cuan Rp30 Ribu per Jerigen Hasil Penyelewengan BBM Bersubsidi |
|
|---|
| Sosok Taufik Herdiansyah Bongkar Mafia BBM Subsidi di Sulsel, Baru 8 Hari Menjabat |
|
|---|
| Polda Sulsel Tetapkan 7 Tersangka Penyalahgunaan BBM Subsidi |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Polda Sulsel Bongkar Mafia BBM Subsidi, Kapal Tanker dan 120 KL Solar Disita |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Antrean-panjang-di-SPBU-Binturu.jpg)