Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sosok Sonne Pasulle di Aksi DOB Luwu Raya: Pimpin Salat Jumat hingga Orasi

Khutbah disampaikan oleh Ustaz Sonne Pasulle, dosen Universitas Muhammadiyah Palopo dan alumnus IAIN Palopo.

Tayang:
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Saldy Irawan
Istimewa
PROVINSI LUWU RAYA - Khutbah salat Jumat diambil Ustad Sonne Pasulle. Sonne juga tercatat sebagai Dosen di Universitas Muhammadiyah Kota Palopo. Sonne memimpin doa agar DOB Provinsi Luwu Raya terwujud. 

TRIBUN-TIMUR.COM, PALOPO - Usulan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Luwu Raya dan Kabupaten Luwu Tengah kembali mengemuka.

Aspirasi tersebut disuarakan melalui aksi unjuk rasa bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Luwu (HJL) ke-758 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) ke-80.

Ribuan massa turun ke jalan di Kota Palopo.

Banyaknya demonstran menyebabkan pelaksanaan ibadah Salat Jumat dipindahkan ke badan jalan di depan Kantor Wali Kota Palopo, Jalan KH Moh Hasyim, Kecamatan Wara.

Puluhan demonstran berjejer merapatkan saf untuk menunaikan Salat Jumat.

Khutbah disampaikan oleh Ustaz Sonne Pasulle, dosen Universitas Muhammadiyah Palopo dan alumnus IAIN Palopo.

Dalam khutbahnya, Sonne menyebut pelaksanaan Salat Jumat di lokasi aksi sebagai bagian dari sejarah perjuangan masyarakat Luwu.

“Jemaah Jumat hari ini mencatat sejarah perjuangan masyarakat Tana Luwu,” ujarnya.

Usai khutbah, Sonne memimpin doa bersama para demonstran agar cita-cita pembentukan Provinsi Luwu Raya dapat terwujud.

“Marilah kita menundukkan kepala di hadapan Allah SWT, memohon agar cita-cita ini dimudahkan dan dikabulkan,” ucapnya.

Selain memimpin Salat Jumat, Sonne juga menyampaikan orasi dari atas mobil komando.

Ia menegaskan bahwa pembentukan DOB Provinsi Luwu Raya dan Kabupaten Luwu Tengah merupakan janji negara yang disampaikan Presiden Soekarno kepada Datu Luwu Andi Djemma pascakemerdekaan.

“Hari ini menjadi bukti sejarah. Daerah Otonomi Baru harus hadir di Tana Luwu. Perjuangan ini harus terus dilanjutkan oleh seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.

Aksi serupa tidak hanya berlangsung di Palopo, tetapi juga digelar di sejumlah titik di wilayah Luwu Raya, meliputi Kabupaten Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur.

Kapolres Luwu AKBP Adnan Pandibu mengatakan, pengamanan aksi dilakukan di empat titik, yakni perbatasan Luwu–Wajo di Kecamatan Larompong Selatan, perbatasan Kota Belopa Kecamatan Belopa, Desa Salu Paremang Kecamatan Kamanre, serta Bosso, Kecamatan Walenrang Utara.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved